|
« KPK Melakukan Penjebakan | Muktamar NU diharapkan menguatkan peran Ulama »
Tiga hari pasca bencana longsor di dusun Wonoaji, Desa Setieng, Kabupaten Wonosobo, bantuan dari berbagai pihak terus mengalir. Bantuan dari Pemkab Wonosobo serta lapisan masyarakat itu umumnya berupa makanan seperti mie isntan dan nasi bungkus serta obat-obatan.
Menurut Suryani, petugas posko bencana, sejak kemarin bantuan bagi para korban longsong mengalir mulai dari masyarakat biasa, pemerintah maupun berbagai organisasi kemasyarakatan. Diperkirakan bantuan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh hari ke depan.
Bencana longsor yang terjadi Rabu (20/1) siang ini mengakibatkan 5 orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Longsor juga menyebabkan rusaknya sejumlah rumah penduduk setempat, sehingga tidak bisa ditinggali lagi.
Ratusan warga dusun Wonoaji, Desa Setieng, Kecamatan Kejajar, Wosobo, Jawa Tengah, diungsikan ke sebuah gedung olah raga setempat, untuk menghindari jatuhanya korban jika kemungkinan terjadi longsor susulan.
Kepala desa Setieng, Nasrudin mengatakan, evakuasi terhadap warga satu RT ini terpaksa dilakukan mengingat hujan lebat masih terus turun di kawasan pegunungan Dieng dan sekitarnya, termasuk di desa Setieng. Warga yang diungsikan ini juga termasuk warga dalam daftar yang akan direlokasi oleh Pemkab Wonosobo. Mengenai tempat dan waktu relokasinya, Nasrudin belum bisa menjelaskan.
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Lintas Daerah | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com