|
« Hillary Kunjungi Indonesia | Ayo Bikers, Pakai Helm Standar »
Berbicara mengenai Jakarta adalah berbicara mengenai kota dan segala isinya. Sebagai ibukota Republik Indonesia, Jakarta menjadi tumpuan banyak orang untuk mencari pekerjaan. Dengan bayaknya orang yang tinggal di Jakarta menyebabkan daya tahan Jakarta terus menurun. Efek yang timbul: kemacetan di mana-mana, banjir, polusi udara, kejahatan, sampah, dan lain-lain.
Salah satu masalah yang menjadi pemandangan sehari-hari di Jakarta adalah kemacetan lalu-lintas. Bagi anda yang setiap hari berangkat dan pulang bekerja pasti sudah akrab dengan suasana ini. Tidak pagi, siang atau sore, Jalanan di Jakara sudah bisa dipastikan mecet. Akibatnya, waktu tempuh semakin lama, jarak yang pada waktu normal bisa ditempuh dalam waktu 15 menit bisa menjadi 1 jam bahkan 2 jam. selainitu, dengan lamanya waktu tempuh, konsumsi BBM juga naik, energi yang terpakai juga bertambah, sehingga mengurangi stamina bekerja.

Contoh gambar artis Rencana MRT Jakarta
Apa solusi ungtuk mengatasi kemacetan Jakarta? Masalah di Jakarta sudah sedemikian komplek. Memang dibutuhkan solusi yang menyeluruh, tidak parsial. Ini menyangkut penegakan peraturan, ketersediaan infrastruktur, dan sikap etis untuk mematuhi peraturan lalu-lintas.
Pebangunan infrastruktur juga harus terkordinasi seluruh Jakarta. Lalu-lintas Jakarta dan kota-kota satelit di sekitarnya adalah satu sistem besar. mengatasi hanya bagin per bagian, tidak akan memecahkanmasalah. Seperti kewajiban 3 in 1 bagi mobil pribadi yang lewat jalan gatot Subroto dan Sudirman adalah salah satu contoh peraturan yang agal mengatasi kemacetan. Apalagi sekarang sudah ada joki yang menawarkan jasa menumpang. Peraturan yang awalnya untuk membatasi jumlah mobil yang lewat bisa mandul karena bisa menyewa joki.

Yang tak kalah penting adalah pembangunan infrastruktur jalan dan moda transportasi baru untuk Jakarta. Jakarta sudah punya angkutan masal dan cepat: bus way trans Jakarta. Sebagai angkutan cepat, bus ini sebenarnya suda bisa menyediakan kebutuhan warga Jakarta akan angkutan yang nyaman dan cepat. Namun kendalanya, banyak jalan busway yang masih menyatu dengan jalan umum. Ditambah lagi, bus way yang pada mulanya sangat ketat hanya boleh di lewati bus transjakarta, sekarang semua orang bisa lewat. Ada mobil pribadi, ada bus, angkot, bajaj, motor. Semua ingin cepat.
Kemudian, Jakarta juga pernah punya proyek Jakarta Monorail, proyek ini kalau selesai diharapkan bisa mengangkut penumpang lebih banyak sehingga mengurangi mobil pribadi. Namun proyek ini terhenti karena kekurangan modal. Sekarang yang bisa kita lihat hanya monumen tiang-tiang calon penyangga jalan monorail. Cobalah berkendara melewati depan Plasa Senayan sampai stasiun Palmerah, atau jalan kuningan akan banyak ditemui tiang-tiang calon penyangga.
Monorail belum selesai sudah ada proyek MRT Kereta cepat. Rencana proyek ini menggandeng inversor dari Jepang, Japan for International Cooperation Agency (JICA). Apalagi, sampai saat ini belum ada kejelasan soal penunjukan konsultan untuk membuat desain dasar (basic desaign). Padahal rencananya, proyek ini akan dimulai pada 2010.
Lalu kapan Jakarta mempunyai angkutan masal yang aman, nyaman, da cepat? Mungkin kita harus menungu dan bersabar lagi. Harus bersabar setiap hari macet, harus serba mengalah oleh ulah angkutan umum yang sering ugal-ugalan. Sesampai di rumah, sambil minum teh hangat, mengkhayal: duduk dikursi ber-AC, berangkat ke tempat kerja yang biasanya 1 jam cukup 15 menit.
(REDAKSI)
Tags: angkutan masal, monorail, mrt
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Kolom Opini | Isi Komentar | TRACKBACK |
masalah kemacetan di jakarta bukan lagi hal asing bagi indonesia. menurut saya faktor utama yang menyebabkan adalah :
1. tingginya kepemilikan kendaraan pribadi
2. sedikitnya kuantitas & Buruknya kualitas Angkutan masal yang tersedia atau yang disediakan pemerintah.
3. Tingginya angka kriminalitas di jalan yang mengakibatkan kurang nyamannya orang memakai angkutan umum.
4. Buruknya fasilitas dan infrastruktur jalan raya & pedestrian karena kurangnya perawatan & PKL yang tak terurus keberadaannya yang menyebabkan tingginya hambatan samping.
5. Kurangnya kreativitas & kesungguhan dalam mengatasi kemacetan yang terjadi sebagai contoh berhentinya proyek monorel karena kurangnya dana.
Jika ingin jakarta tidak macet perbaiki infrastruktur, siapkan armada yang baik dari segi kualitas dan kuantitas armada & personelnya dan buat orang nyaman keluar rumah tanpa kriminalitas. kita pasti bisa!!!
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com