|
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) rupanya juga tak ingin buru-buru menetapkan capres. Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali dengan diplomatis menyatakan PPP akan mentepakan calon presiden setelah pemilu legislatif 9 April 2009. Menurutnya, untuk mengambil keputusan siapa Capres dan Cawapres yang didukung tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau asal tunjuk.
“Ya setelah itu (April) karena prinsipnya PPP tidak mau terburu-buru menyatakan dukungan terhadap capres tertentu,” katanya di Jakarta, Sabtu (28/02).
Surya meyatakan, bukan takut menentukan, dan bukan menang atau kalah merupakan pertimbangan, tapi yang menjadi pertimbangan utama adalah kemampuan bisa bertanding atau tidak. Ia menyebut, PPP tidak mau dan tidak akan mengusung capres yang tidak bisa naik ke atas “ring”.
Karena itu, lanjutnya, keputusan penentuan capres baru bisa ditentukan pada April setelah hasil Pemilu legislatif diketahui, sehingga diketahui partai atau gabungan partai mana yang bisa mencalonkan Presiden.
“Kita akan tentukan dukungan kita nanti setelah Pemilu legislatif. Dengan begitu kita tahu kekuatan masing-masing,” katanya.
Ia menolak keputusan ini karena PPP tak punya kader, menurutnya, kalau sekadar mencalonkan Capres-Cawapres, PPP sangat layak, karena sampai saat ini masih merupakan partai terbesar ketiga, namun penentuan itu ditegaskan harus dengan perhitungan yang matang.
“Karena itu, suara Pemilu legislatif pada April mendatang akan menjadi bahan pertimbangan,” imbuhnya.
Tags: ppp
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Pemilu 2009 | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com