|
Butuh Hosting Murah dan Stabil? Pesan di sini
7 - Feb - 2010 | 12:15 am | kategori:politik dan HukumWacana reshuffle atau perombakan kabinet yang semppat dilontarkan Sekjend Partai Demokrat Amir Syamsudin ternyata bukan gertakan. Hal itu ditegaskan juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, di Jakarta, Sabtu (6/02).
“Tidak ada gertakan. Ini hanya mengingatkan saja sebelumnya ada komitmen code of conduct yang harus ditaati tentunya,” tukasnya.
Tapi bila tidak ada pelanggaran komitmen, lanjut Julian, mungkin ada pertimbangan lain terkait evaluasi kinerja partai koalisi serta kekompakan dalam partai itu sendiri. “Kembali tergantung partai koalisi masing-masing. Itu (perombakan) hak prerogatif Presiden. Presiden yang menangkat menteri juga berhak menghentikan,” tegasnya.
Sementara itu, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menolak tawar menawar terkait megaskandal bailout Bank Century Rp6,7 triliun. Ketua Umum Partai Hanura Wiranto malah prihatin bahwa kasus Century ini telah mengganggu koalisi Pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Tidak ada tawaran, tawaran silahkan saja. Kami tetap pada posisi penyeimbang. Dari awal memang kalau kami menerima tawaran, barangkali sudah tidak dalam posisi penyeimbang,” kata Wiranto di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (6/2).
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: politik dan Hukum | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com