|
Seperti sudah ancang-ancang mau berkoalisi, 8 Partai politik peserta pemilu 2009 menandatangani kerjasama saksi Pemilu Legislatif. Kerjasama ini bertujuan memantau dan mengawasi pemilu 9 April 2009. Deklarasi ini digelar di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/04).
Ke-8 Partai tersebut adalah, PKB, PAN, PKS, PKPI, Parti Demokrat, PDP, dan Partai Pelopot.
Hadir dalam deklarasi tersebut para petinggi partai, yakni Sekjen PAN Zulkifli Hasan, Sekjen PKB Lukman Edy, Sekjen PKS Anis Matta, Sekjen PBB Sahar L Hasan, Ketua Umum PKP Meutia Hatta, Ketua Umum PDP Roy BB Janis, Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo dan Sekjen Partai Pelopor Ristianto.
Menurut Ketua Umum PD, Hadi Utomo, inti dari kerjasama ini adalah pemantauan dan pengawasan bersama pelaksanaan pemilu 2009. Kemudian sikap bersama untuk membela suara ke 8 partai yang ikut deklarasi.
“Kami semua menyepakati untuk melakukan pemantauan dan pengawasan menjelang pemilu. Melakukan pemantauan dan pengawasan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara di KPPS, KPUD Kota, dan KPUD provinsi,” kata Hadi Utomo saat membacakan 5 poin isi deklarasi tersebut.
Jadi, lanjut Hadi, bila ada fakta kecurangan, akan dilaporkan sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan disertai data. Apabila hasilnya ada yang merugikan salah satu 8 parpol yang bergabung, mereka akan menolak menandatangani berita acara.
Kemudian, apabila salah satu partai tidak ada saksi di TPS, maka saksi dari parpol lain akan ikut mengawasi proses pemungutan dan penghitungan suara. Saksi dari partai yang tergabung bila diminta menjadi saksi dan menjelaskan dalam sengketa pemilu di MK harus bersedia.
Apakah ini persiapan ke arah koalisi? Dilihat dari pola kerjasama juga hanya diikuti partai yang sebagian besar pendukung pemerintah, sepertinya memang deklarasi ini merupakan persiapan ke arah koalisi setelah pileg.
Namun, Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum membantah kalau penandatanganan deklarasi 8 parpol ini disebut koalisi. Menurutnya, ini hanya kerjasama lintas partai dan tidak mengundang partai lainnya. Namun tidak menutup kemungkinan untuk menerima parpol lain.
“Tidak mengundang partai lain karena sudah ada kesepakatan awal. Sudah berkomunikasi sejak awal. Tapi kerjasama lintas partai ini tidak menutup kemungkinan terhadap partai lain yang ingin bergabung,” tegasnya.
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Pemilu 2009 | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com