Tabulasi Nasional KPU Lambat Sekali

Butuh Hosting Murah dan Stabil? Pesan di sini

12 - Apr - 2009 | 12:12 am | kategori:Pemilu 2009

ti-kpu-alurTabulasi Nasional Pemilu 2009 sangat lambat. Setelah tadi malam sempat down, sampai Sabtu malam (11/04) pukul 23.43 tak banyak penambahan, jumlah data yang masuk baru 731.538. Ini ironis, karena KPU mengklaim menggunakan alat yang lebih canggih yang dinamakan Intellegent Character Recognition (ICR). Dengan alat ini proses input data seharusnya lebih cepat karena menggunakan scanner.

Perangkat ini akan membaca hasil penghitungan suara di formulir dan memindahkan dalam bentuk angka ke komputer. Proses ini dilakukan di kabupaten/ kota. Jadi semua formulir rekapitulasi hasil perolehan suara di TPS akan dikirim ke kelurahan untuk selanjutnya diteruskan ke KPUD Kabupaten/Kota. Dari Kabupaten/ kota, data ini akan dikirmkan ke KPU Pusat.

Ini semakin menunjukkan ketidaksiapan KPU menyelengarakan seluruh proses pemilu. Sebagai perbandingan, untuk pemilu tahun 2004, dalam satu hari bisa masuk data jutaan.

Menurut Praktisi IT dari ITB, Ir Dedy Syafwan MT, dari laporan sementara hasil pantauan itu, ditemukan banyak sekali scanner dan ICR yang gagal beroperasi secara benar. Hal ini misalnya terjadi di Solo, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Pandeglang, dan banyak kabupaten di NTT. Kasus yang lebih konyol terjadi di Jambi, banyak KPUD kabupaten/kota yang belum melakukan instalasi scanner dan ICR hingga saat ini.

“Banyak perangkat scanner dan ICR di KPUD kabupaten/kota gagal terpakai secara benar,” ujar praktisi IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ir Dedy Syafwan MT seperti ditulis detikcom, Sabtu (11/04).

Deddy mengaku telah menerjunkan tim untuk memantau penerapan teknologi ICR ini di ratusan KPUD kabupaten/kota. Dari laporan sementara hasil pantauan itu, pihaknya menemukan banyak sekali scanner dan ICR yang gagal beroperasi secara benar. Hal ini misalnya terjadi di Solo, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Pandeglang, dan banyak kabupaten di NTT.Ditengarai hal ini karena banyak scanner dan Intelligent Character Recognition (ICR) di daerah yang mengalami masalah.

Jenis error dari teknologi ini bermacam-macam. Misalnya pemindaian huruf dan angka dari image hasil scanning formulir C1 IT yang tidak akurat sehingga memerlukan validasi yang lama. Selain itu banyak pula formulir yang terlipat-lipat sehingga menyulitkan scanning.

Menurut Deddy, hal ini dipengaruhi oleh kualitas SDM di daerah yang kurang memadai. Anggota KPPS ketika menuliskan angka dan huruf di form C1 IT tidak memenuhi aturan standar sehingga menyulitkan mesin pemindai dan menimbulkan error. Selain itu, waktu yang mepet membuat proses pelatihan tidak memadai sehingga banyak petugas tidak paham bagaimana cara menggunakan teknologi itu secara benar.

HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Pemilu 2009 | Isi Komentar | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini


baner sarang semut majalah gratis profil sekolah jakarta

Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com

website sekolah