|
Butuh Hosting Murah dan Stabil? Pesan di sini
3 - Jun - 2009 | 11:19 pm | kategori:Pemilu 2009Gagal menyajikan tabulasi nadional pemilu melalui jaringan IT pada pemilihan legislatif kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU ) menyatakan tidak akan menggunakan tabulasi nasional TI untuk pilpres mendatang. KPU menilai tabulasi nasional membutuhkan persiapan khusus sedangkan waktu pelaksanaan Pilpres relatif terbatas.
Hal ini diungkapkan Ketua KPU, Abdul Hafiz Anshary usai datang ke gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (3/06).
“KPU tidak akan ada hitung lagi (tabulasi). Setelah kita coba diskusikan dengan ahli itu perlu ada pembenahan dan pelatihan. Sehingga memakan waktu yang cukup banyak sedangkan waktu pilpres pendek,” kata Abdul Hafiz Anshary.
Selain waktu yang mepet, menurut Hafiz, alasan lainnya adalah terkait biaya. Menurutnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk quick count cukup mahal.
“Kalau tidak salah Rp 20 miliar dan harus ada tenaga ahli di KPUD-KPUD,” jelasnya.
Seperti diketahui, pelaksanaan penghitungan suara menggunakan tabulasi nasional TI KPU pada Pileg lalu banyak menuai masalah. Mulai dari banyaknya kesalahan dalam pendataan, proses penghitungan yang lambat, dan server yang sering down. Sehingga, penghitungan yang seharusnya lebih cepat dihentikan padahal baru 11% suara masuk.
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Pemilu 2009 | Isi Komentar | TRACKBACK |
your site don¡¯t work on my iphone
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com