|
« Pelayanan Aetra – PDAM | Debat Capres I santai dan monoton »
Cawapres dari koalisi Mega – Pro, Prabowo Subianto menyatakan kecurigaannya bahwa institusi penyelenggara Pemilu – yakni KPU – tidak independen dan cenderung memihak pasangan capres-cawapres tertentu. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan adanya pengurangan jumlah TPS sekitar 68 ribu buah, padahal jumlah DPT bertambah.
Prabowo menjelaskan, sesuai dengan pengumuman yang disampaikan KPU, jumlah pemilih (DPT) dalam Pilpres 8 Juli mendatang meningkat jika dibandingkan dengan jumlah pemilih pada Pemilu Legislatif. Namun, anehnya, jumlah TPS justru dikurangi.
“Jumlah pemilih meningkat kok TPS dikurangi. Kenapa?,” tandas putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo tersebut.
“Bagi kami (pengurangan jumlah TPS) cenderung membuat peluang memunculkan penyimpangan, kecurangan,” kata Prabowo dalam jumpa pers di sekretariat Mega-Prabowo Media Centre Jln. Prapanca Raya, Jakarta, Kamis (18/06)
Untuk itu, Prabowo mengaku telah secara resmi menyampaikan penolakan atas pengurangan jumlah TPS tersebut ke KPU. Namun demikian, hingga sekarang belum memperoleh tanggapan.
Karena itulah, Prabowo berjanji akan mendatangi KPU untuk menyampaikan kerisauannya tersebut. “Sebab, ini seharusnya tak boleh terjadi. Ini membahayakan masa depan demokrasi,” ujarnya.
“Kami prihatin dan khawatir atas indikasi-indikasi bahwa institusi yang berwenang menunjukkan gelagat tak independen. Cenderung memihak salah satu kandidat,” tambahnya.
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Pemilu 2009 | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com