|
« MK kabulkan uji materi UU Pilpres | Bangunan melanggar RTH akan ditertibkan »
Menyusul keluhan pengguna blackberry dengan tidak adanya layanan purna jual, pemerintah melalui Ditjen postel mengancam menghentikan import blackberry. Produsen Blackberry, Research in Motion (RIM), diberi waktu sampai 15 juli untuk membuka layanan purna jualnya.
Tenggat waktu pembangunan pusat layanan itu berdasarkan surat edaran yang dikirimkan Ditjen Postel kepada seluruh operator mitra RIM dan para importir, yang ditembuskan kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Neger, serta Dirjen Bea Cukai.
“Kita tak butuh janji, kita butuh bukti kalau mereka memang punya goodwill,” kata Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar, di kantor Ditjen Postel, Jakarta, Jumat (3/07).
Menurut Basuki, setiap pemerintah mengeluarkan sertifikasi A untuk RIM, perusahaan asal Kanada itu sudah menandatangani komitmen membuat layanan purna jualnya. Namun sampai saat ini belum ada realisasinya.
“Mereka (RIM-red.) punya dua tanggung jawab, yaitu terhadap aturan dan pelanggan. Di sini kita tidak membicarakan produk BB resmi (lewat operator) atau yang yang lewat paralel impor, karena kami menganggap tetap BlackBerry itu punya RIM,” jelasnya.
Perlu diketahui, karena tidak ada layanan purna jual, selama ini, perbaikan terhadap piranti BlackBerry yang rusak dilakukan di Singapura.
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Teknologi | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com