|
Sehari setelah ledakan bom, ratusan aparat kepolisian masih menjaga ketat lokasi yang terkena ledakan yaituHotel Ritz Carlton dan JW Marriott, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7) pagi.
Petugas dari forensik keoplisian masih melakukan penyelidikan dan penyisiran ditempat kejadian. Terlihat dua mobil Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah berada di lokasi dan beberapa petugas dokumentasi kepolisian (Dokpol), terlihat sudah memasuki Hotel Ritz Carlton.
Sejumlah masyarakat terlihat masih berdatangan untuk melihat langsung lokasi ledakan. Di antaranya terlihat 75 anggota Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan (FKPPI) yang menyatakan belasungkawa di depan Hotel Ritz Carlton yang telah dipenuhi beberapa karangan bunga dan ungkapan duka cita.
Hadir pula sejumlah anggota Dewan Pemuda Lintas Agama dan beberapa organisasi lainnya. “Kami hanya menyampaikan rasa belasungkawa dan prihatin atas peristiwa ini. Tapi kalau diminta turut melakukan pengamanan, kami siap,” kata Wakil Ketua Generasi Muda FKPPI DKI Jakarta Sanusi.
Penjagaan di daerah juga diperketat
Sementara itu, penjagaan juga diperketat di daerah-daerah. Untuk di Jakarta sendiri, penjagaan ditingkatkan terutama di mal-mal dan objek vital. Seperti terlihat di Mal Ambasador, Kuningan, petugas keamanan memeriksa setiap pengunjung yang mau masuk mal. Selain memeriksa dengan metal detektor, juga memeriksa isi tas setiap pengunjung.
Polisi mulai melakukan beragam tindakan antisipatif di sejumlah daerah yang dinilai rawan untuk mengantisipasi serangan teror. Bahkan, penjagaan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, diperketat. Demikian juga di Pelabuhan Merak, Banten.
Situasi serupa juga terjadi di Bandara Raden Inten II, Lampung. Sebelum memasuki pesawat, para penumpang diperiksa identitas dan barang bawaannya. Sementara Kepolisian Daerah Bali langsung menetapkan status siaga satu dengan memperketat pengamanan di daerah yang dianggap rawan terhadap aksi serangan teror. Di antaranya di Hotel Grand Bali Beach Sanur.
Selain itu, peningkatan pengamanan juga terjadi di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Sebanyak 36 personil kepolisian diturunkan untuk mengamankan bandara. Sementara sejumlah turis asing sudah mulai meninggalkan Indonesia melalui Bandara Juanda. Penjagaan ketat ini sebagai antisipasi kepolisian untuk mencegah indikasi adanya pelarian dari pelaku pemboman yang terjadi di Jakarta.
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Jakarta | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com