|
Butuh Hosting Murah dan Stabil? Pesan di sini
22 - Jul - 2009 | 12:48 pm | kategori:Pemilu 2009Seperti yang sudah dijadwalkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) 2009 tingkat nasional, Rabu (22/07).
Rekapitulasi ini berlangsung di ruang sidang utama Gedung KPU lantai dua. Rapat pleno rekapitulasi ini dilaksanakan tertutup, hanya saksi dari setiap pasangan capres dan cawapres, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan KPU provinsi yang boleh mengikuti rapat. Namun KPU menyediakan layar diluar ruang sidang bagi pihak lain yang ingin mengetahui jalannya rapat.
Pembukaan rapat pleno rekapitulasi dijadwalkan pada pukul 08.30 WIB, dipimpin oleh Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan dihadiri oleh seluruh anggota KPU, KPU provinsi, saksi, dan pengawas.
Anggota KPU Andi Nurpati mengatakan teknis pelaksanaan rekapitulasi untuk pilpres ini tidak berbeda dengan pemilu legislatif lalu. Setiap KPU provinsi akan menyampaikan berita acara hasil rekapitulasi tingkat provinsi yang kemudian dibahas. Apabila tidak ada keberatan dari saksi maupun pengawas, maka hasil rekapitulasi tersebut dapat langsung disahkan.
Jika terdapat saksi maupun pengawas yang menyatakan keberatan karena menemukan kejanggalan, maka KPU membuka forum penjelasan dan tidak menutup kemungkinan dilakukan perbaikan.
Proses rekapitulasi perolehan suara secara nasional ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai Rabu, 22 Juli hingga Jumat 24 Juli 2009. Selanjutnya, KPU menjadwalkan untuk menetapkan hasil pilpres pada Sabtu, 25 Juli 2009
Gerindra tolak tandatangani Rekapitulasi KPU
Sementara itu, Partai Gerindra menyatakan menolak penandatanaganan rekapitulasi penghitungan suara KPU. Penolakan akan dilakukan di tingkat provinsi.
“Kami telah koordinasikan dengan pengurus tingkat provinsi,” ujar Sekjen Gerindra Achmad Muzani usai Rapimnas II Gerindra di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (21/07) malam.
Ia menyatakan sikap ini didasarkan pada sikap obyektif. Karena selama ini partainya melihat kecurangan dan keberpihakan dalam pemilu. “Kami menilai ada kejanggalan dan kecurangan dalam pemilihan umum lalu,” terangnya.
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Pemilu 2009 | Isi Komentar | TRACKBACK |
Yayaya,…. Semoga para capres dan cawapres kita dapat bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih baik ke depan, hapus korupsi, nepotisme, dan penindasan di negri ini, jgn jadikan org yang berkuasa dapat semena2!!
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com