|

Surabaya, LJ – Ada 4 hal yang berpengaruh dan masih penting serta diperlukan keberadaan koperasi pada masa era global seperti sekarang ini. Yaitu berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagai pengaman pada saat masa krisis ekonomi, menekan angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan perekonomian bangsa.
Hal tersebut disampaikan Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono, ketika memberikan sambutan pada Peringatan Hari Koperasi ke 63 tahun 2010, di Halaman Makodam V Brawijaya, Kamis (15/7) kemarin.
Dalam sambutan itu Presiden mengatakan bahwa, koperasi dibangun sejak jaman Soekarno, sampai saat ini hingga masa yang akan datang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat akan meningkat apabila pertumbuhan perekonomian mengalami perbaikan. Pertumbuhan Perekonomian berkembang tidak hanya ditentukan oleh para pelaku ekonomi besar, tetapi juga ditentukan oleh para pelaku ekonomi yang terkabung dalam Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK).
Kemudian diungkapkan pula bahwa, Koperasi merupakan sabuk pengaman pada masa krisis ekonomi, tahun 1998. “Pada saat itu, banyak perusahaan swasta besar yang mengalami kebangkrutan. Tetapi para pelaku ekonomi mikro, kecil, menengah dan koperasi dapat terus bertahan, sehingga dapat mempercepat perbaikan perekonomian bangsa Indonesia,”ungkapnya.
“Sebagai negara berkembang, tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia cukup tinggi. Tetapi dengan berkembangnya UMKMK, secara efektif permasalahan tersebut dapat teratasi.,” lanjutnya.
Indonesia sebagai negara berkembang, tetapi bisa memasuki kelompok 20 negara ekonomi terbesar dunia (G 20). Tetapi masih banyak permasalahan yang dihadapi, karena berpenduduk 240 juta orang. Oleh sebab itu untuk memperbaiki permasalahan yang ada tidak dapat meniru negara maju lainnya. Yang bisa dilakukan adalah memperbaiki perekonomian rakyat lewat pemberdayaan UMKMK.
Sebelum mengakhiri sambutannya, SBY mengharapkan kepada seluruh jajaran yang ada di Indonesia agar terus mengembangkan koperasi dengan cara memperbaiki manajemen koperasi, peningkatan SDM, memberikan permodalan dengan cara kredit ringan.
“Saat ini Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dikucurkan oleh pemerintah telah mencapai Rp. 51 Triliun. Dan diharapkan pada tahun 2014 akan mencapai Rp. 100 triliun, berarti 10 % dari jumlah APBN. Untuk itulah keberadaan koperasi harus terus dijaga dan dikembangkan keberadaannya, harus bisa membesarkan pasar domestik agar produk koperasi dapat di[pasarkan di negeri sendiri. Dan koperasi tidak hanya untuk meningkatkan ekonomi, tetapi tetap harus mengandung aspek sosial, budaya, demokrasi,”ungkap SBY.
“Saya sangat merasakan manfaat keberadaan koperasi. Selama 15 tahun kehidupan keluarga saya sangat tergantung pada koperasi. Karena gaji pas-pasan, kalau tanggal tua, saya mengambil barang dulu di koperasi dan baru bayar saat gajian,” ucapnya sambil mengakhiri sambutannya.
Sementara itu Gubernur Jawa Timur Dr. H.Soekarwo dalam sambutan selamat datang melaporkan, bahwa perkembangan perekonomian Jawa Timur pada Triwulan I sebesar 5,82 persen, pada triwulan II diharapkan meningkat sebesar 6,2 sampai 6,5 persen. Tingkat Inflasi di Jatim saat ini 3,85 persen lebih rendah dari nilai inflasi nasional sebesar 4,1 persen.
Menurut BPS, tingkat kemiskinan menurun sebesar 1,42 persen dari 6.022.590 orang, pada bulan Maret 2010 menjadi 5.529.300 orang. Jumlah pengangguran menurun 0,96 persen atau sebanyak 21.562 orang.
Sedangkan dana dari pihak ketiga di Jawa Timur sebesar Rp. 194,210 triliun, dibandingkan pada tahun 2009 sebesar Rp. 194,195 triliun, sehingga dapat dikatakan bahwa pada 5 bulan pertama pada tahun 2010 sama dengan jumlah satu tahun pada tahun 2009.
Loan Deposit Ratio (LDR) sampai Mei 2010 sebesar Rp. 150, 561 triliun, yang berarti 5 bulan ini telah melampau tahun 2009 , yaitu sebesar Rp. 129,004 triliun. Dari jumlah tersebut 44 persen diperuntukkan untuk kegiatan UMKMK. Hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah yang memperhatikan keberadaan UMKMK dan keadaan yang aman di daerah Jawa Timur.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Soekarwo melaporkan bahwa pertumbuhan kredit pada periode ini sebesar 70,02 persen lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2009 yang hanya mencapai 65,34 persen. Secara spesifik, kredit mikro, kecil, menengah penyalurannya sebesar Rp. 77,98 triliun, atau tumbuh 32,72 persen. Hal tersebut dapat menumbuhkan kepercayaan pada masyarakat untuk mau menyimpan uangnya pada bank. Dan dana dari pihak ketiga ini yang akan menggerakkan perekonomian dalam mendorong sektor UMKMK.
Dibagian lain Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sjaifudiin Hasan, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Kementrian Koperasi dan UKM menggagas 2 program yaitu program gerakan masyarakat sadar koperasi (Gemasko) dan pencanangan gerakan minum susu nasional.
Hasan mengatakan bahwa pada RPJM tahap kedua 2010-2014, target pertumbuhan ekonomi 7,7 persen, menurunkan angka kemiskinan 8 – 10 persen, dan menurunkan angka pengangguran sebesar 5 – 6 persen. Hingga Maret 2010 jumlah koperasi di Indonesia sebanyak 175.102 koperasi dengan jumlah anggota 29.124 juta. Berarti ada kenaikan sebesar 13 persen untuk jumlah koperasi dan 6,6 persen untuk jumlah anggota bila dibandingkan dengan tahun 2008.
Volume usaha pada tahun 2010 ada peningkatan Rp. 77,514 triliun atau 13,25 persen untuk modal sendiri tercatat Rp. 30,656 triliun atau meningkat 35,88 persen.
Pada kesempatan peringatan Hari Koperasi ke 63 tahun 2010 itu, selain diserahkan KUR dan Dana PKBL untuk Provinsi Jawa Timur, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Kementrian Koperasi dan UMK dengan PT. Telkom dan PT. Carrefour Indonesia serta PT. Carrefour Indonesia dengan PBNU.
Juga dilakukan penyematan Tanda Kehormatan RI Satya Lencana Pembangunan oleh Presiden RI kepada 5 orang perwakilan. Yaitu untuk Satya Lencana Pembangunan kepada Ir. H Eko Maulana Ali,S.AP,SIP,MSC (Gubernur Kepulauan Bangka Belitung), Drs.Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jawa Timur), Drs.Daniel Abdoe (Walikota Kupang, Prov. Nusa Tenggara Timur,dan Sahala Panggabean,MBA (Ketua Koperasi Simpan Pinjam “NASARI” Semarang, Prov.Jateng). Sedangkan untuk Satya Lancana Wira Karya Bidang Koperasi diberikan kepada Drs. Sunoto Santoso, MBA (Ketua Umum Koperasi Karyawan Tjiwi Kimia, Provinsi Jawa Timur).
Sebelum meninggalkan tempat, SBY didampingi Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono melakukan peninjauan stand Expo Pembiayaan 2010 dan berkenan menuliskan pesan singkat pada Pigura Deklarasi KSP/USP yang berukuran 7 x 5 m. Dengan pesan “Mari Kita Majukan Koperasi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat”. Deklarasi ini merupakan deklarasi terbesar di Indonesia.
Setelah itu dilakukan peninjauan Rumah Pintar Kirana Cendekia, yang jaraknya tidak lebih dari 10 meter dari arena Stand Expo Pembiayaan 2010. Terakhir dilakukan penanaman pohon trembesi oleh Presiden RI dan Sukun oleh Ibu Negara.
berita dan foto: Imam Watulingas.
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Headline | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com