|
Butuh Hosting Murah dan Stabil? Pesan di sini
25 - Jul - 2010 | 2:17 pm | kategori:Lintas DaerahSurabaya, LJ – Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Juni 2010 naik 0,07 persen dari 98,58 pada Mei menjadi 98,65. Kenaikan NTP ini disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,90 persen lebih besar dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,83 persen.
Kepala Badan Pusat statistik (BPS) Jawa Timur Irlan Indrocahyo di Kantornya Jl Kendangsari Industri, Surabaya, Kamis (22/7) mengatakan, jika dibandingkan dengan Juni 2009 NTP Juni 2010 (year one year) mengalami kenaikan 0,46 persen yakni dari 98,20 menjadi 98,65.
Dari lima provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada Juni 2010, semua provinsi mengalami kenaikan NTP. Kenaikan NTP terbesar terjadi di Jawa Barat yaitu sebesar 0,82 persen, Jawa Tengan 0,54 persen, Banten 0,33 perse, Jawa Timur 0,07 persen dan kenaikan NTP terendah terjadi di Daerah Istimewa Jogjakarta 0,02 persen.
Nilai Tukar Petani merupakan salah satu indikator nilai tukar (term of trade) dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga petani maupun biaya produksi dan pembentukan barang modal. Semakin tinggi NTP berarti daya beli petani di pedesan meningkat.
Pada bulan lalu, tiga sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP dan sisanya mengalami penurunan. Sub sektor hortikultura mengalami kenaikan NTP sebesar 0,77 persen dari 110,23 menjadi 111,08, Sub sektor tanaman pangan naik 0,35 persen dari 93,78 menjadi 94,11 dan sub sektor perikanan naik 0,23 persen dari 101,82 menjadi 102,05. Sementara dua sub sektor lainnya mengalami penurunan NTP, yaitu sub sektor tanaman perkebunan rakyat turun 1,14 persen dari 94,71 menjadi 93,63 dan sub sektor peternakan turun 0,95 persen dari 104,36 menjadi 103,37.
Indeks harga yang diterima petani (It) naik 0,90 persen dari 124,88 pada Mei 2010 menjadi 126,00 pada Juni 2010. Kenaikan indeks ini disebabkan oleh naiknya indeks yang diterima petani pada sub sektor hortikultura sebesar 1,68 persendari 139,83 menjadi 142,16.
Sub sektor tanaman pangan sebesar 1,27 persen dari 119,29 menjadi 120,81.. Kemudian sub sektor perikanan sebesar 0,76 persen. Sementara dua sub sektor lainnya mengalami penurunan indeks, yaitu sub sektor tanaman perkebunan rakyat turun 0,37 persen dan sub sektor peternakan turun 0,36 persen.
Sepuluh komoditas utama yang menyebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani pada bulan ke lima 2010 adalah kol/kubis naik 33,91 persen, gabah 1,72 persen, apel 4,32 persen mangga 2,78 persen, jagung pipilan kering 2,02 persen, kepiting laut 2,89 persen, ayam 0,11 persen, cumi-cumi 2,42 persen, ikan teri1,41 persen. Sedangkan sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan indeks harga yang diterima petani adalah sapi potong1,35 persen, jeruk 2,95 persen, kopi0,71 persen, kacang kedelai 3,14 persen , tomat sayur 11,76 persen, ikan selar 4,71 persen, kambing1,20 persen, ikan manyung 3,57 persen, ikan layang 0,92 persen dan wortel 2,90 persen.
Indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan 0,83 persen dari 126,67 pada Mei 2010 menjadi 127,72 pada Juni 2010. Kenaikan indeks ini disebabkan oleh naiknya indeks harga konsumsi rumah tangga (inflasi pedesaan) sebesar 1,00 persen dan indeks biaya produksi dan pembentukan barang modal sebesar 0,24 persen.
Komoditas utama yang menyebabkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani pada bulan lalu adalah cabai rawit, bawang putih, bawang merah, cabai merah, kacang panjang, daging ayam, ikan mujair, kentang, kubis/kol dan minyak tanah. Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan indeks harga yang dibayar petani adalah gula pasir, tomat sayur, ikan tongkol, ikan pindang, tempe, kopi bubuk, batu bata, kacang hijau, nangka muda dan ikan kakap.(Imam Watulingas)
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Lintas Daerah | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com