Gubernur Jatim Dr.H.Soekarwo:

Cerdas saja tidak cukup, agama dan budi pekerti harus diperkuat

Butuh Hosting Murah dan Stabil? Pesan di sini

27 - Jul - 2010 | 10:55 pm | kategori:Lintas Daerah

Pasuruan, LJ – Kalau negara ingin maju, cerdas saja tidak cukup. Pendidikan anak-anak di bidang agama harus kuat, basis budi pekerti dan mental spiritual harus diperkuat dan ditingkatkan, disamping dukungan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi yang bagus. “Saya yakin Indonesia akan berkembang menjadi masyarakat cerdas tapi berbudi luhur” tegas Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2010, di Taman Safari Indonesia II Prigen, Pasuruan, Sabtu (24/7).

Menurut Gubernur, sastrawan Ronggo Warsito pernah mengatakan ’jaman ini sudah edan’, agar tidak edan, harus ada budi pekerti. “Oleh karena itu tidak hanya science dan teknologi yang maju, landasan agama dan budi pekerti harus diperkuat,” tandasnya

Dalam kesempatan itu Gubernur juga berpesan agar para guru meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari segi kurikulum maupun sarana dan prasarananya, Pemerintah akan memfasilitasi. “Peringatan HAN ini merupakan introspeksi dan refleksi untuk melihat apakah kualitas anak didik lebih baik ? Bagaimana cara yang terbaik untuk mentransformasi ilmu dan mengajarkan budi pekerti sehingga anak didik bisa menerima dengan mudah,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Prov Jatim Dr. Harun, MSi, MM mengatakan, tujuan diselenggarakan HAN ini untuk meningkatkan kesadaran seluruh stakeholders tentang pentingnya memberikan perlindungan, pemenuhan hak-hak anak, serta pelayanan holistik integratif kepada semua anak tanpa diskriminasi.

Melalui peringatan HAN ini diharapkan seluruh komponen bangsa dapat terinspirasi untuk terus meningkatkan perhatian terhadap pentingnya mempersiapkan anak Indonesia menjadi generasi yang unggul yang memiliki karkter yang jujur, berakhlak mulia, sekaligus cerdas dan berprestasi.

“Untuk itu jaminan pemenuhan hak-hak anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan dan perlindungan yang bermutu harus terus diupayakan,” katanya.

Pada acara Puncak HAN itu Gubernur didampingi Dra. Ny.Hj. Nina Kirana Soekarwo menyerahkan piagam secara simbolik kepada para pemenang berbagai lomba, antara lain lomba syair, menyanyi, permainan tradisional, mewarnai, melukis, maupun lomba pidato, baik dari jenjang Taman Kanak-kanak/ Raudlatul Athfal (TK/RA), SD/ MI, dan pendidikan khusus. Selain itu juga diserahkan bantuan peralatan sekolah untuk 100 anak yatim yang kurang mampu di Kab. Pasuruan.

Salah satu rangkaian kegiatan HAN, mengadakan Kongres anak Jatim yang diikuti 114 anak perwakilan dari Kab/ Kota se Jatim. Dalam Kongres tsb, suara anak-anak merekomendasikan empat hal, yaitu rekomendasi pendidikan, kesehatan, rekomendasi bagi anak yang membutuhkan perlindungan khusus, dan rekomendasi partisiapsi anak.

Dalam rekomendasi tentang pendidikan, anak-anak minta Pemprov Jatim memfasilitasi minat dan bakat anak Jatim tanpa diskriminasi. Selain itu anak-anak menolak penggunaan kekerasan dalam dunia pendidikan, baik yang dilakukan guru maupun para senior.

Sedangkan Rekomendasi di bidang Kesehatan, anak-anak Jatim mendukung peraturan yang melindungi anak dari bahaya rokok, mendukung terciptanya pelayanan kesehatan berbasis anak, meningkatkan pengawasan terhadap makanan yang membahayakan kesehatan.

Untuk Rekomendasi bagi anak yang membutuhkan perlindungan khusus, anak-anak Jatim mengharapkan pemerintah dapat mendirikan rumah perlindungan sosial anak, memperhatikan penanganan anak yang sedang bermasalah hukum, membuat peraturan tentang larangan pekerja anak, serta memberikan arahan kepada media tentang tontonan yang layak ditonton oleh anak.

Selain itu, anak-anak Jatim juga merumuskan aspirasinya dalam Rekomendasi tentang partisiapsi anak. Dalam hal ini anak-anak mengharapkan pemerintah memfasilitasi wadah partisipasi anak, mendorong peran forum anak agar mampu menjadi sarana pencegahan kekerasan dan eksploitasi, melibatkan anak dalam perencanaan pembangunan tentang kebutuhan dan hak-hak anak.

“Kami ingin didengar dan dihargai pendapat kami tanpa diskriminasi,”kata Resistania Anggita Putri (siswa SDN Margorejo I Surabaya) yang mewakili anak-anak Jatim membacakan rekomendasi dan menyerahkan rekomendasi itu langsung kepada Eyang Soekarwo.

Dalam Puncak peringatan HAN yang dihadiri juga oleh Wagub Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf beserta istri, Sekda Jatim Dr.H. Rasiyo, MSi beserta isteri, dan Wakil Bupati Pasuruan, serta beberapa Kepala Dinas/ Badan di lingkungan Pemprov Jatim ini menggelar berbagai atraksi tari, nyanyi, sulap, dan Karawitan. Di Akhir acara eyang Karwo juga berdialog dengan Yusuf Safiudin Siswa SDLB Pandaan dan Maudia Putri siswa SDN Pandaan. Dalam dialog itu ditanyakan cita-cita Pakde Karwo. “Cita-cita saya menjadi guru bahkan sampai th. 2007 masih mengajar. Begitu pula bude Karwo juga menjadi guru,” tambahnya.

Sebelumnya Pakde Karwo dan Bude Karwo juga memberikan nama Harimau Benggala yang baru lahir salah satu koleksi Taman Safari Indonesia II. Yang jantan diberi nama Pakde Karwo ‘Rama’ sedangkan yang betina diberi nama oleh Bude Karwo ‘Shinta’. “Rama dan Shinta ini diharapkan melahirkan anak-anak harimau khas Benggala Jatim, lorengnya pasti lain,” katanya sambil tersenyum.(Imam Watulingas)

HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Lintas Daerah | Isi Komentar | TRACKBACK |

Silakan Mengisi Komentar

Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini


baner sarang semut majalah gratis profil sekolah jakarta

Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com

website sekolah