Omzet penjualan mamin turun 60 persen

27 - Jul - 2010 | 10:56 pm | kategori:Lintas Daerah

Surabaya, LJ – Sampai minggu ke empat Juli 2010 atau H-16 hari, menjelang Puasa 1431 H omzet penjualan makanan dan minuman (Mamin) di pasar-pasar tradisional, mall, super market dan toko-toko kecil di Jawa Timur turun hingga mencapai 40-60 persen.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmi) Jawa Timur Yapto Willy Sinatra SH di kantornya Surabaya, Senin (26/7) mengatakan, turunnya omset penjualan mamin ini dikarenakan daya beli masyarakat mengalami penurunan antara 30-40 persen.

Turunnya daya beli maasyarakat tersebut salah satu penyebabnya uang yang beredar masyarakat di pedesaan cukup sedikit. Dampaknya masyarakat tidak mau membeli mamin tetapi lebih mementingkan membeli bahan pokok makanan sehari-hari. Selain itu anak-anak kita yang masih duduk dibangku sekolah yang biasanya membeli jajanan mamin kini jarang sekali membeli tetapi uang sakunya dibelikan pulsa dan bermain play station (PS).

Dengan turunnya omset penjualan tersebut para pedagang dan pengusaha mamin di Jatim akhir-akhir ini tidak mau mengambil resiko menyetok produk-produk baru mamin untuk persiapan menyambut Puasa dan Lebaran tanun ini.

Pengusaha/produsen mamin saat ini menggunakan sistem, jika ada yang pesanan baru memproduksi atau memproduksi langsung dijual ke pasar/konsumen tanpa menyetok mamin di gudang. Selain itu produsen mamin lebih senang memproduksi mamin langsung dijual ke konsumen tanpa melalui perantara atau distributor.

Yapto berharap dengan datangnya bulan Puasa dan Lebaran tahun ini bisa memulihkan omset penjualan mamin di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Tahun lalu kenaikan produksi Mamin sekitar 10-15 persen dibandingkan pada Lebaran 2008 yang hanya 10 persen.

Puasa dan Lebaran tahun lalu harga Mamin sempat naik 10 persen dengan keuntungan/provit para produsen masih pas-pasan, jadi belum bisa dikatakan membaik. Pada Puasa dan Lebaran tahun ini pengusaha mamin tidak akan menaikkan harga Mamin seperti tahun lalu.

Mamin yang beredar dan dijual di pasar-pasar tradisional dan pertokoan di Jawa Timur saat ini sebagai besar adalah produk-produk lokal. Produk Mamin yang dijual di pasar dan pertokoan di Jatim khususnya di Surabaya di antarnya permen, enting-engting jahe, sebagian jelly dan yang paling diminati masyarakat adalah roti biscuit serta roti marie..

Lebih lanjut dikatakannya, dengan lesunya pasar penjualan mamin khususunya di Jawa Timur dia berharap pemerintah memberi kesempatan kepada para importir untuk mengimpor mamin dari produsen-produsen mamin di luar negeri. Dengan masuknya mamin impor tersebut masyarakat bisa memilih produk-produk mamin yang berkualitas. Dengan banyaknya mamin yang beredar di pasar akan meningkatkan kompetisi para pengusaha mamin di Indonesia khususnya di Jawa Timur

Tahun lalu, di Jatim ada sekitar 650 produsen Mamin, dari jumlah tersebut 10-15 produsen Mamin berskala besar dan sisanya merupakan berskala menengah dan kecil atau UKM. Ia berharap sekitar 650 produsen Mamin yang ada di berbagai daerah di Jatim minimal mempertahankan dan terus berusaha meningkatkan kuantitas hasil produksinya meskipun kondisi pasar masih lesu.

Berikut harga makanan dan minuman hasil pantauan JNR di Pasar Wonokromo DTC, Pasar Genteng dan Pasar Soponyono Rungkut Surabaya pada 26 Juli 2010. Kacang kupasan kualitas sedang Rp 16.000/kg, emping blinjo Rp 24.000/kg, mente Rp 54.000/kg, rambak sapi kualitas baik Rp 48.000/kg, sirup ABC Rp 14.000/botol, roti kaleng Kong Khawn Rp 56.000/kaleng besar.(Imam Watulingas)

HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Lintas Daerah | Isi Komentar | TRACKBACK |

satu komentar untuk “Omzet penjualan mamin turun 60 persen”

  1. frye boots Says:
    November 12th, 2010 at 4:18 pm

    I happened to stumble across this website searching for something different, glad I stumbled into it though. Very interesting.

Silakan Mengisi Komentar

Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini


baner sarang semut majalah gratis profil sekolah jakarta

Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com

website sekolah