|
Butuh Hosting Murah dan Stabil? Pesan di sini
27 - Jul - 2010 | 11:02 pm | kategori:Lintas DaerahSurabaya, LJ – Jajaran Kepolisian Resort Kota Besar (polrestabes) Surabaya mulai hari ini akan menyebarkan seluruh anggota kepolisian di sudut Kota Surabaya. Hal ini dilakukan untuk mencegah aksi kejahatan seperti perampokan dan kekerasan di jalan
Pelaksana harian (Plh) Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Bahagia Dachi di Mapolrestabes Surabaya, Senin (26/7) mengatakan, tugas anggota kepolisian nantinya akan terus mengamati daerah yang dianggap rawan kejahatan. Apalagi pada awal Agustus, akan dilakukan pencoblosan ulang di lima kecamatan dan dua kelurahan. Sehingga petugas juga akan melakukan pengamanan ekstra ketat di daerah tersebut. “Kami sudah menyatakan perang terhadap segala bentuk kejahatan, terlibih pelaku street crime yang sering melukai korban,” tegasnya.
Ia menjelaskan, para anggota itu berpakaian preman. Mereka juga membaur dengan masyarakat, sehingga akan mudah untuk memantau keamanan. Selain itu mereka juga lebih mudah mendapat informasi. “Mereka sudah kita tempatkan di beberapa daerah yang rawan terhadap kejahatan. Anggota Satreskrim memang kita tuntut untuk lebih waspada,” tuturnya.
Strategi ini telah membuahkan hasil. Dalam satu minggu, anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membekuk 13 tersangka pelaku tindak kejahatan di jalan. Mereka adalah para preman, copet maupun penjambret dan pencuri.
Puluhan barang bukti berhasil disita dari tangan para tersangka, seperti dua unit laptop, dua unit handphone, kunci inggris, gergaji, pisau, obeng, dan alat-alat yang digunakan untuk beraksi lainnya.
Salah satu tersangka terpaksa ditembak mati karena melawan saat ditangkap. Pelaku yang dikenal sebagai jambret itu bernama, MN(22). Warga Banyu Urip itu ditembak mati setelah melakukan penjambretan di Jalan Dharmahusada Indah depan SMK 5. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (24/7) dini hari. Saat itu, korban, Yeni Aprilia (31), warga Keputran Pasar Kecil, melintas di depan SMK 5. MN bersama DW yang mengendari sepeda motor langsung mempet korban dan berusaha merebut tas yang dicangklong Yeni.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sebilah pisau penghabisan yang digunakan pelaku untuk melakukan aksinya, serta tas milik korban berisi uang tunai Rp 4,5 juta dan dua unit handphone (HP).
“Pelaku ini merupakan pemain lama di dunia street crime. Bahkan dia juga merupakan target operasi polisi. Catatan kejahatannya, dalam tiga bulan terakhir, dia sudah puluhan kali beraksi,” ujarnya.
Modus yang selama ini digunakan pelaku yakni mengincar korban yang menggunakan sepeda motor, biasanya target mereka adalah wanita yang mengendarai motor sendirian. Untuk melancarkan aksinya, pelaku juga menggunakan sepeda motor, namun berboncengan. Agar wajah tidak bisa dikenali, mereka mengenakan helm teropong.
“Jam operasinya kadang siang maupun malam. Jadi saya minta masyarakat waspada pada jam-jam tersebut, dan kami ingin menciptakan situasi yang kondusif dan meningkatkan rasa aman bagi masyarakat. Dengan demikian, proses pilkada ulang bisa berjalan lancar sesuai yang diharapkan semua pihak,” tegasnya.(Imam Watulingas)
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Lintas Daerah | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com