|
Butuh Hosting Murah dan Stabil? Pesan di sini
27 - Jul - 2010 | 11:10 pm | kategori:Lintas DaerahMalang, LJ – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (LH) tingkat Jawa Timur 2010, Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo mengimbau pada seluruh pihak, termasuk pemerintah, perusahaan BUMN/BUMD atau swasta, dan masyarakat agar melakukan upaya penyelamatan sumber mata air. “Selamatkan sumber mata air dari kerusakan dengan melakukan konservasi melalui penanaman pohon di daerah sumber mata air dan di sekitar daerah aliran sungai (DAS),” tegasnya saat di Bendungan Selorejo, Kab Malang, Senin (26/7).
Menurut dia, ini perlu diperhatikan, karena seperti di sumber mata air Brantas, dari 117 mata air yang ada, kini hanya tersisa 53 sumber. Bahkan, jika musim kemarau datang, sumber yang menghasilkan air terbesar hanya tersisa tiga saja. “Kondisi ini memprihatinkan. Terlebih, air yang mengalir hingga ke wilayah Driyorejo Gresik dan Surabaya menjadi kotor. Padahal, DAS Brantas ini menjadi sumber penhidupan bagi sebagian masyarakat Jatim,” ujarnya.
Gubernur yang akrab disapa Pakdhe Karwo ini juga mengapresiasi upaya BLH Jatim bersama Perum Jasa Tirta (PJT) I dalam melakukan patroli air gabungan Kali Surabaya. Dari 26 perusahaan yang tertangkap saat patroli, 13 di antaranya kini sudah dalam proses penyerahan berkas penyidikan, 10 lainnya dalam proses penyidikan, dan tiga industry telah diputus atau divonis di pengadilan.
Ia menuturkan, banyak industri yang membuang limbah cairnya ke sungai. Ini juga menjadi salah satu penyebab kotornya air di DAS Brantas, selain limbah domestik dari kotoran rumah tangga. Untuk mereduksinya, Pemprov Jatim bersama berbagai perguruan tinggi dan BUMN juga menargetkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sistem komunal domestik untuk mengolah limbah rumah tangga. Pada 2009 telah dibuatkan IPAL sebanyak 140 unit dan tahun ini ditargetkan sebanyak 39 unit.
Untuk konservasi mata air, PJT I juga menyatakan kesanggupannya dalam menghutankan sumber mata air dan DAS di seluruh Jatim. Tahun ini, PJT telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 6 miliar, di antaranya untuk penanaman pohon sebanyak 450 batang.
Dalam peringatan Hari LH tahun ini, Gubernur juga menyerahkan penghargaan Piala Adiwiyata pada 41 sekolah di jatim yang meraih prestasi Adiwiyata Nasional dan memberikan Piala Kalpataru bagi 12 orang. Selain itu juga melakukan pelepasan 50 ekor merpati, 500 burung pipit, dan 40.000 benih ikan mas dan nila.
BLH juga menggelar berbagai kegiatan mulai tanggal 23-26 Juli. Seperti kemah hijau yang akan dilaksanakan pada 24-26 Juli, dan penyebaran angket “Peduli Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas” dan mengadakan uji emisi kendaraan yang dilaksanakan pada 23 Juli di Jalan Raya Kota Batu.
Gelar seni pelajar se-Jatim yang diikuti pelajar SMA dan SMP se-Jatim dengan bentuk kegiatan bernyanyi, baca puisi, drama, musik dan peragaan busana juga dilaksanakan pada 25 Juli di area parkir Bendungan Selorejo. Pameran, sebagai sarana untuk ekspose teknologi ramah lingkungan dan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam pengelolaan lingkungan hidup serta media promosi produk ramah lingkungan juga yang digelar pada 25-26 Juli di lokasi yang sama.
Menurut Indra, banyak prestasi yang diperoleh Jatim saat peringatan Hari LH tahun ini. Sehingga, melalui perayaan kali ini, ia berharap dapat menjadi suatu gerakan yang mampu mengubah perilaku semua pihak, agar lebih ramah lingkungan dan efektif serta efisien dalam menggunakan sumber daya alam.
Peringkat empat nasional
Atas perhatian dan komitmen tinggi terhadap kelestarian lingkungan, Provinsi Jawa Timur tahun ini masuk peringkat empat nasional sebagai provinsi yang berprestasi dalam menjaga kualitas lingkungan yang bagus. Untuk itu, Jatim mendapatkan penghargaan Indonesia Green Region Award (IGRA) 2010 versi Majalah Swa dan kantor berita radio KBR68H.
Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo saat peringatan Hari Lingkungan Hidup tingkat Jatim di Bendungan Selorejo, Kab Malang, Senin (26/7) menjelaskan, selain Jatim, tahun ini provinsi lain yang mendapatkan penghargaan, yakni pertama diraih Bali, kedua diraih Gorontalo, ketiga diraih Kalimantan Tengah, dan kelima diraih Sumatera Barat. “Dengan masuk peringkat empat ini, maka target Jatim tahun depan harus bisa naik ke peringkat ketiga atau kedua,” katanya.
Ia menuturkan, untuk bisa mencapai target peningkatan peringakat tahun depan, maka Pemprov Jatim akan menerapkan kebijakan baru dengan meningkatkan program yang berbasis lingkungan hidup mulai 2011.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Jatim, Indra Wiragana SH mengatakan, penghargaan IGRA ini dilakukan melalui proses penilaian dan pengumpulan data APBD semua provinsi, hingga terpilih 15 provinsi yang anggaran lingkungan hidupnya terbesar. Ke-15 provinsi inilah yang menjadi nominator yang salah satunya adalah Jatim. Penilaian selanjutnya menggunakan teknik model penilaian Delphi, yakni penilaian dilakukan dalam dua putaran yang tiap putaran terdiri dari 13 orang panelis.
Dari penilaian panelis tersebut, masing-masing panelis rekomendasikan tiga provinsi terbaik disertai dengan alasan yang mengacu 10 kriteria yang ditentukan para ahli lingkungan hidup. Ke-10 kriteria itu adalah pengelolaan sampah, pengelolaan hutan dan perkebunan, pemanfaatan lahan dan pengelolaan tata ruang, pertanian, transportasi, daerah tangkapan air dan daerah aliran sungai, ketersediaan air bersih, kualitas udara, energi, dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Atas rekomendasi panelis, akhirnya terpilih tujuh provinsi yang menjadi finalis yang mengikuti penilaian terakhir. Penilaian akhir ini adalah presentasi finalis pada tim juri dengan melampirkan dokumen pendukung, seperti APBD dan Perda berbasis lingkungan hidup, program kerjas, serta aksi nyata terkait perbaikan dan pelestarian lingkungan.
Usai presentasi, panitia melalui tim verifikasi pun melakukan peninjauan langsung ke tujuh daerah yang menjadi finalis IGRA 2010. Dari data hasil penilaian panelis, data presentasi finalis, dan hasil verifikasi langsung inilah yang akan dipertimbangkan oleh dalam penjurian IGRA hingga terpilih lima provinsi terbaik.
Ia menambahkan, dengan bertambahnya penghargaan lingkungan hidup bagi Jatim ini, maka kelestarian lingkungan khususnya di Jatim harus lebih baik. “Melestarikan lingkungan ini tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi juga menjadi tanggung jawab bersama dengan pihak industri dan masyarakat yang kerap menyubang polusi lingkungan dengan mereduksi semaksimal mungkin segala jenis pencemaran yang dapat merusak lingkungan hidup,” tuturnya.(Imam Watulingas)
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Lintas Daerah | Isi Komentar | TRACKBACK |
[...] Malang, LJ – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (LH) tingkat Jawa Timur 2010, Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo mengimbau pada seluruh pihak, termasuk pemerintah, perusahaan BUMN/BUMD atau swasta, dan masyarakat agar melakukan upaya penyelamatan sumber mata air. “Selamatkan sumber mata air dari kerusakan dengan melakukan konservasi melalui penanaman pohon … berita selengkapnya [...]
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com