|

Untuk menjamin rasa aman bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa, Suku Dinas Peternakan dan Perikanakan Jakarta Pusat merazia 16 tempat penampungan ayam (TPA). Hasilnya, sebanyak 400 ayam tiren disita dan dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dalam incenerator milik Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat.
Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat, Djaelani mengatakan, pengawasan ini dilakukan untuk mencegah beredarnya ayam tiren di Jakarta Pusat. Sebab, daging ayam ini tidak laik dikonsumsi. “Karena itu, pengawasan kami tingkatkan. Kalau tidak, ayam-ayam tiren itu bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan sesaat,” ujar Djaelani, Selasa (25/8).
Pada umumnya, ayam tiren itu mati karena dalam perjalanan, bukan karena sakit. Sebab, ayam-ayam tersebut didatangkan dari luar DKI Jakarta, seperti Banten, Tangerang, dan sejumlah daerah di Jawa Tengah. “Jadi bukan karena sakit, tapi karena lelah atau tergencet saat dalam perjalanan,” kata Djaelani.
Meski sudah dilakukan operasi secara rutin, namun Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakpus tidak bisa memastikan wilayah Jakpus bebas ayam tiren. Sebab, ayam tiren yang dijual eceran atau sudah dalam bentuk daging potongan sulit terdeteksi. Karena itu, masyarakat diminta terus berhati-hati dan mampu mengenali ciri-ciri daging ayam tiren, yakni dagingnya berwarna pucat dan beraroma agak amis, serta terdapat bercak-bercak darah di bagian kepala dan leher. Selain itu, biasanya ditawarkan dengan harga yang relatif murah.
Selain mengawasi peredaran ayam tiren, Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat juga mengintensifkan pengawasan terhadap daging sapi gelonggongan dan oplosan. Sebab, daging tidak laik konsumsi seperti ini biasanya marak selama bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran. “Untuk daging gelonggongan dan daging oplosan hingga kini belum kita temukan. Tapi tetap terus kita pantau setiap hari,” pungkas Djaelani.
Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, menegaskan, Pemkot Jakpus akan terus meningkatkan pengawasan peredaran daging ayam tiren, daging gelonggongan, serta daging oplosan di wilayah Jakarta Pusat. “Pengawasan akan terus dilakukan. Kegiatan ini untuk melindungi warga dari makanan yang tidak laik konsumsi,” ujar Sylviana.(beritajakarta.com)
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Jakarta | Isi Komentar | TRACKBACK |
very tasty post seems like good….
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com