|
Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla mengeluarkan penryantaan yang membuat gerah istana, ia mengingatkan kadernya agar tidak meminta jabatan kepada partai pemenang Pemilu. Menurut dia, dengan kekalahan dalam pemilihan legislatif dan Pilpres, mau tidak mau Golkar harus menjadi pengawas pemerintah.
Hal itu diungkapkan saat membuka Munas VII Partai Golkar Labersa Hotel & Convention, Pekanbaru, Riau, Senin (5/10) malam.
“Golkar tidak biasa di luar kekuasaan, tapi Golkar lebih tidak biasa meminta-minta jabatan. Bila kita nomor satu (di Pemilu), kepala tegak. Kita nomor dua, kepala tetap harus tegak. Hanya itu cara kita bisa menang lagi,” tegas JK.
Hal ini membuat gerah istana. Presiden SBY mengkritik pernyataan JK yang menginginkan Golkar menjadi oposisi. SBY menilai ajakan JK agar Golkar mengambil opisisi terlalu dini dan bertentangan dengan UUD 1945 pasal 4 ayat 1 dan 2, yang menyatakan dalam melakukan tugas dan kewajibannya Presiden dibantu Wapres.
SBY mengingatkan JK yang adalah ketum Golkar masih menyandang status sebagai Wapres RI sampai 20 Oktober 2009.
“Saya kira Wapres menghormati dan saya yakin Pak JK tahu hal itu. Kebersamaan ini sampai 20 Oktober mendatang,” kata SBY.
Pandangan JK tersebut menempatkan Golkar di persimpangan jalan. Sebab, salah satu arus besar saat ini menginginkan Golkar bergabung dengan SBY-Boediono. Bahkan, Aburizal Bakrie secara terbuka menyatakan, bila mampu menang, dirinya akan membawa Golkar bergabung dengan koalisi SBY-Boediono.
Bahkan kandidat ketua umum Aburizal Bakrie menhgatakan, pernyataan Jk sebagai dukungan terhadap salah-satu calon. Bantahan juga datang dari wakil Wakil Ketua uMum Partai Golkar Agung Laksono, menurut Agung, pernyataan JK yang meminta Golkar menjadi partai oposisi sebagai sikap resmi DPP, namun merupakan gagasan pribadi mengenai sikap politiknya.
“Apa yang disampaikan Pak Ketua Umum lebih merefleksikan pendapat dan pandangan pribadi dia, bukan sikap partai. Karena itu kita menghargai karena setiap orang bisa berpendapat. Ini perlu disampaikan biar clear, tidak salah paham,” kata Agung pada wartawan di sela-sela Munas di Hotel Labersa, Pekanbaru, Riau, Selasa (6/10)
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: politik dan Hukum | Isi Komentar | TRACKBACK |
I just like the helpful info you provide for your articles. I will bookmark your blog and check again here frequently. I¡¯m somewhat sure I¡¯ll learn lots of new stuff right right here! Good luck for the following!
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com