|
Ini prediksi dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), mungkin mendompleng film yang sedang meledak, 2012. Direktur Eksekutif Walhi Ubaidillah memprediksi Ibukota Jakarta tenggelam pada 2030, jika pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memperhatikan keseimbangan ekologis.
“Perkiraan ini bisa jadi benar-benar terjadi apabila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak segera mengantisipasi dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan,” kata Ubaidillah di Jakarta, Rabu (18/11).
Sebabnya, menurut Ubaidillah, pembangunan di Jakarta sudah tidak memperhatikan keseimbangan ekologis terbukti saat ini luas ruang terbuka hijau yang dimiliki hanya 9,6 persen dari 661.52 kilometer persegi luas Jakarta.
Ia mengingatkan, sebagian permukaan tanah di Jakarta ini mengalami penurunan, yang diakibatkan banjir dan genangan air, sebagian wilayah Jakarta ini berada di bawah permukaan laut, serta buruknya saluran drainase kota.
Untuk itu ia mendesak pemerintah untuk membenahi proyek-proyek bangunan yang pendiriannya tidak mempertimbangkan keseimbangan ekologis seperti pembangunan pusat-pusat perbelanjaan dan perkantoran.
“Semua itu kalau tidak dibenahi Jakarta benar-benar tenggelam,” katanya.
HOME | RSS 2.0 | KATEGORI: Berita Jakarta | Isi Komentar | TRACKBACK |
Mencari segala sesuatu tentang Jakarta di website ini
Caranya:
1. Kirim melalui kontak Form kami. Klik di sini
2. atau mendaftar menjadi member, sehingga anda bisa mengirim melalui dashboard kami. DAFTAR
3. atau kirim melalui email ke: redaksi@lintasjakarta.com