<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lintasjakarta.com &#187; Kolom Opini</title>
	<atom:link href="http://lintasjakarta.com/category/kolom-opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lintasjakarta.com</link>
	<description>Berita dan Informasi Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 18:47:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Wajah Pemilu Indonesia Ternoda</title>
		<link>http://lintasjakarta.com/07/2009/767/wajah-pemilu-indonesia-ternoda/</link>
		<comments>http://lintasjakarta.com/07/2009/767/wajah-pemilu-indonesia-ternoda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2009 17:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintas-jakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintasjakarta.com/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Alangkah menyedihkan melihat wajah Indonesia ternoda ketidakberesan DPT dan penggelembungan suara, penyontrengan lebih dari dua kali, dll yang terkuak seusai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alangkah menyedihkan melihat wajah Indonesia ternoda ketidakberesan DPT dan  penggelembungan suara, penyontrengan lebih dari dua kali, dll yang  terkuak  seusai   pilpres pada  8 Juli lalu.<br />
Mereka yang mengaku-ngaku pembela demokrasi dan HAM, mengebiri ucapan mereka  sendiri. Demi kekuasaan, politisi  memperlihatkan moralitas yang buruk.</p>
<p>Perbuatan tidak terpuji ini menimbulkan keragu-raguan  kita semua terhadap  legitimasi hasil pemilu. Mana mungkin pemerintah baru mendatang dapat membangun pemerintahan yang bersih untuk rakyat, jika kekuasaan yang diperoleh cacat hukum atau tanpa moralitas yang tinggi.        </p>
<p>Keterangan – keterangan dari masyarakat antara lain menyebutkan adanya ketidakwajaran secara sistemik di berbagai TPS di seluruh Tanah Air. Kejadian semacam ini sulit dijadikan kepercayaan masyarakat terhadap  kelangsungan demokrasi kita.  Bagaimana tidak?<br />
Semua pelanggaran kampanye pemilu, dana kampanye, dan kasus sosialisasi spanduk KPU  dan  daftar  pemilih tetap (DPT) ternyata  masih bermasalah.  Kita   khawatir oknum – oknum KPU dan KPUD  tidak netral (the man behind the gun).  Perbuatan tercela ini seolah – olah memasang dinamit di fondasi   sistem  demokrasi yang sedang kita bangun  sendiri.</p>
<p>Politisi kita berjiwa kerdil. Tak pantas diperdebatkan seberapa besar pelanggaran pilpres  berdampak pada perubahan hasil  perolehan suara, pasangan capres – cawapres.  Apa yang  diinginkan  rakyat pemilih adalah pilpres  yang  tak mewariskan  perbuatan tercela.  Idealnya, Presiden terpilih diharapkan  dari   sosok  pemimpin  yang   bermoral  dan bermutu tinggi.</p>
<p>Maka, untuk mempermudah tugas Panwaslu dan Bawaslu serta aparat hukum,  ketiga pasangan capres –cawapres  menghentikan  semua kegiatan penggalangan (fungsi – fungsi intelijen : penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan).  Penggalangan (conditioning) ini biang kerok  wajah pemilu ternoda.  Penggalangan hanya  dikenal di negara totaliter, bukan di negara demokrasi.</p>
<p>Membiarkan  pemilu  tak bermoral dan berkeadilan, dapat menimbulkan pertikaian  dan  precedent hukum yang buruk bagi pemilu 2014 mendatang. Bila  dianggap perlu, pemilu  pilpres ini diulang saja.   Karena apa?   Ketidakadilan berarti ketiadaan demokrasi.<br />
Jadi, apa pun alasannya, jangan lanjutkan warisan (legacy) pelanggaran pemilu sekecil apapun pidananya terhadap bangsa ini, terutama terhadap generasi muda.   Dalam hukum pidana, yang dihukum adalah  perbuatan, sekali lagi perbuatan.</p>
<p>Dalam mitologi cerita Ramayana dan Mahabrata, hidup ini sebagai pertarungan antara kekuatan khaos (kurawa) dan ketertiban (pendawa). Dalam Mahabrata, Kurawa memiliki kesombongan, nafsu-nafsu, menghalalkan segala cara. Sebaliknya, Pendawa berpihak pada sifat keluhuran, kebaikan, keadilan dan semacamnya.  Sosok  tipe Pendawa  itulah  diharapkan  muncul pada   pilpres ini.</p>
<p>Tangerang, 10 Juli 2009<br />
Harrison Papande Siregar<br />
Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia<br />
Jurusan Adm. Negara</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintasjakarta.com/07/2009/767/wajah-pemilu-indonesia-ternoda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Transportasi Masal Jakarta?</title>
		<link>http://lintasjakarta.com/02/2009/124/apa-kabar-transportasi-masal-jakarta/</link>
		<comments>http://lintasjakarta.com/02/2009/124/apa-kabar-transportasi-masal-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 06:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintas-jakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan masal]]></category>
		<category><![CDATA[monorail]]></category>
		<category><![CDATA[mrt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintasjakarta.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara mengenai Jakarta adalah berbicara mengenai kota dan segala isinya. Sebagai ibukota Republik Indonesia, Jakarta menjadi tumpuan banyak orang untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara mengenai Jakarta adalah berbicara mengenai kota dan segala isinya. Sebagai ibukota  Republik Indonesia, Jakarta menjadi tumpuan banyak orang untuk mencari pekerjaan. Dengan bayaknya orang yang tinggal di Jakarta menyebabkan daya tahan Jakarta terus menurun. Efek yang timbul: kemacetan di mana-mana, banjir, polusi udara, kejahatan, sampah, dan lain-lain.</p>
<p>Salah satu masalah yang menjadi pemandangan sehari-hari di Jakarta adalah kemacetan lalu-lintas. Bagi anda yang setiap hari berangkat dan pulang bekerja pasti sudah akrab dengan suasana ini. Tidak pagi, siang atau sore, Jalanan di Jakara sudah bisa dipastikan mecet. Akibatnya, waktu tempuh semakin lama, jarak yang pada waktu normal bisa ditempuh dalam waktu 15 menit bisa menjadi 1 jam bahkan 2 jam. selainitu, dengan lamanya waktu tempuh, konsumsi BBM juga naik, energi yang terpakai juga bertambah, sehingga mengurangi stamina bekerja.</p>
<p><img src="/wp-content/uploads/2009/02/pic19544.jpg" alt="MRT Jakarta" /></p>
<p>Contoh gambar artis Rencana MRT Jakarta</p>
<p>Apa solusi ungtuk mengatasi kemacetan Jakarta? Masalah di Jakarta sudah sedemikian komplek. Memang dibutuhkan solusi yang menyeluruh, tidak parsial. Ini menyangkut penegakan peraturan, ketersediaan infrastruktur, dan sikap etis untuk mematuhi peraturan lalu-lintas.</p>
<p>Pebangunan infrastruktur juga harus terkordinasi seluruh Jakarta. Lalu-lintas Jakarta dan kota-kota satelit di sekitarnya adalah satu sistem besar. mengatasi hanya bagin per bagian, tidak akan memecahkanmasalah. Seperti kewajiban 3 in 1 bagi mobil pribadi yang lewat jalan gatot Subroto dan Sudirman adalah salah satu contoh peraturan yang agal mengatasi kemacetan. Apalagi sekarang sudah ada joki yang menawarkan jasa menumpang. Peraturan yang awalnya untuk membatasi jumlah mobil yang lewat bisa mandul karena bisa menyewa joki.</p>
<p><img src="/wp-content/uploads/2009/02/pic16015.jpg" alt="jakarta mrt 2" /></p>
<p>Yang tak kalah penting adalah pembangunan infrastruktur jalan dan moda transportasi baru untuk Jakarta. Jakarta sudah punya angkutan masal dan cepat: bus way trans Jakarta. Sebagai angkutan cepat, bus ini sebenarnya suda bisa menyediakan kebutuhan warga Jakarta akan angkutan yang nyaman dan cepat. Namun kendalanya, banyak jalan busway yang masih menyatu dengan jalan umum. Ditambah lagi, bus way yang pada mulanya sangat ketat hanya boleh di lewati bus transjakarta, sekarang semua orang bisa lewat. Ada mobil pribadi, ada bus, angkot, bajaj, motor. Semua ingin cepat.</p>
<p>Kemudian, Jakarta juga pernah punya proyek Jakarta Monorail, proyek ini kalau selesai diharapkan bisa mengangkut penumpang lebih banyak sehingga mengurangi mobil pribadi. Namun proyek ini terhenti karena kekurangan modal. Sekarang yang bisa kita lihat hanya monumen tiang-tiang calon penyangga jalan monorail. Cobalah berkendara melewati depan Plasa Senayan sampai stasiun Palmerah, atau jalan kuningan akan banyak ditemui tiang-tiang calon penyangga.</p>
<p>Monorail belum selesai sudah ada proyek MRT Kereta cepat. Rencana proyek ini menggandeng inversor dari Jepang, Japan for International Cooperation Agency (JICA). Apalagi, sampai saat ini belum ada kejelasan soal penunjukan konsultan untuk membuat desain dasar (basic desaign). Padahal rencananya, proyek ini akan dimulai pada 2010.</p>
<p>Lalu kapan Jakarta mempunyai angkutan masal yang aman, nyaman, da cepat? Mungkin kita harus menungu dan bersabar lagi. Harus bersabar setiap hari macet, harus serba mengalah oleh ulah angkutan umum yang sering ugal-ugalan. Sesampai di rumah, sambil minum teh hangat, mengkhayal: duduk dikursi ber-AC, berangkat ke tempat kerja yang biasanya 1 jam cukup 15 menit.</p>
<p>(REDAKSI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintasjakarta.com/02/2009/124/apa-kabar-transportasi-masal-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ini Kolom Opini</title>
		<link>http://lintasjakarta.com/02/2009/22/ini-kolom-opini/</link>
		<comments>http://lintasjakarta.com/02/2009/22/ini-kolom-opini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 06:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintas-jakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintasjakarta.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Rubrik Kolom Opini ini diperuntukkan kepada anda, politikus, birokrat, mahasiswa, pelajar, guru, karyawan, masyarakat umum, dan siapapun, yang mempunyai pandangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rubrik Kolom Opini ini diperuntukkan kepada anda, politikus, birokrat, mahasiswa, pelajar, guru, karyawan, masyarakat umum, dan siapapun, yang mempunyai pandangan mengenai permasalahan di Jakarta. Terbuka untuk semua orang dari latar belakang pendidikan dan jurusan. </p>
<p>Anda peduli Jakarta, anda punya solusi, kirimkan dalam bentuk ms Word ke: redaksi@lintasjakarta.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintasjakarta.com/02/2009/22/ini-kolom-opini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

