<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lintasjakarta.com &#187; Komunitas</title>
	<atom:link href="http://lintasjakarta.com/category/komunitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lintasjakarta.com</link>
	<description>Berita dan Informasi Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 18:47:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Komunitas Lubang Jarum Indonesia</title>
		<link>http://lintasjakarta.com/07/2009/765/komunitas-lubang-jarum-indonesia/</link>
		<comments>http://lintasjakarta.com/07/2009/765/komunitas-lubang-jarum-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 13:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintas-jakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintasjakarta.com/?p=765</guid>
		<description><![CDATA[KAMERA LUBANG JARUM (KLJ), bisa dibuat dari kaleng atau dus yang dilubangi sebatang jarum. Di Indonesia ditemukan kembali oleh fotografer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KAMERA LUBANG JARUM (KLJ), bisa dibuat dari kaleng atau dus yang dilubangi sebatang jarum. Di Indonesia ditemukan kembali oleh fotografer Ray Bachtiar Dradjat. Tanggal 17 Agustus 2002 ia mendirikan KLJI (Komunitas Lubang Jarum Indonesia), yaitu perkumpulan pemain Kamera Lubang Jarum. Hingga kini sudah tersebar di lebih 10 kota besar Indonesia. Kamera Lubang Jarum bukan alat yang sempurna, namun bisa membawa kita memasuki suatu ruang yang cukup luas untuk olah pikir, olah rasa dan olah fisik. Kamera Lubang Jarum menawarkan pemanjaan idealisme yang luar biasa. Sangat pantas jika Kamera Lubang Jarum digunakan sebagai kendaraan untuk “pendidikan” dan juga “seni”. Kini Kamera Lubang Jarum dijadikan pelajaran dasar fotografi di Media Rekam ISI Jogja dan institusi-institusi lainnya, melahirkan instruktur-instruktur tangguh, hingga mencetak Sarjana Kamera Lubang Jarum.</p>
<p>Teknologi fotografi bermula dari kotak penangkap bayangan gambar untuk meneliti konstelasi bintang-bintang yang dipatenkan ahli perbintangan Gemma Frisius, tahun 1554. Namun cikal bakalnya sudah dimulai penulis Cina, Moti, abad ke-5 SM, Aristoteles abad ke-3 SM, dan ilmuwan Arab ibnu al Haitam atau Al Hazen abad ke-10 M. Dan tahun 1558 ilmuwan Italia Giambattista della Porta menyebut “camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.</p>
<p>Awal abad ke-17, Angelo Sala, ilmuwan Italia, menemukan proses, “jika serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam”. Tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis Joseph-Nicéphore Niépce (1765-1833), setelah 8 jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya di atas plat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah imaji yang agak kabur dan berhasil pula mempertahankan gambar secara permanen. Pada percobaan selanjutnya, tahun 1826, lahirlah sebuah “gambar” yang akhirnya menjadi awal sejarah fotografi.</p>
<p>Tahun 1827 Niépce berkolaborasi dengan, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851). Sayang sebelum menunjukkan hasil optimal, Niépce wafat. Dan 19 Agustus 1839, Daguerre-lah yang dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat “foto yang sebenarnya”: sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, plat dicuci larutan garam dapur dan air suling.</p>
<p>Di Inggris, 25 Januari 1839, William Henry Fox Talbot (1800-1877) dengan menggunakan camera obscura memperkenalkan “lukisan fotografi”, yang ia buat positifnya pada kertas chlorida perak. Selanjutnya Talbot menemukan cikal bakal film negatif modern, terbuat dari lembar kertas beremulsi, yang bisa digunakan mencetak foto dengan cara contact print juga bisa untuk cetak ulang layaknya film negatif modern. Proses ini disebut Calotype. Untuk menghasilkan gambar positif, Talbot menggunakan proses Saltprint.</p>
<p>Di Indonesia, tahun 1997, saat teknologi digital mulai booming, Ray Bachtiar D (yang mulai menggunakan kamera digital karena tuntutan pekerjaan sebagai fotografer profesional), merasa resah. “Alangkah lebih baik jika dalam dunia pendidikan termasuk fotografi, mengetahui sesuatu dari dasarnya dulu”.</p>
<p>Sukses memotret pagar depan rumah tinggalnya menggunakan Pinhole Camera kaleng susu 800 gram dengan negatif kertas pada 1997, digelarlah workshop perdana (2001) di lokasi pembuangan sampah Bantar Gebang (asisten instruktur Ipoel, didukung Galeri i-see, disponsori Kedutaan Belanda). Ray Bachtiar menyebut pinhole camera kreasinya itu sebagai Kamera Lubang Jarum (KLJ) karena konsep dasar inovasinya berbeda. Kamera Lubang Jarum tidak terlalu mempermasalahkan “teknik”, tapi mencoba menularkan “rasa penasaran” dengan menggunakan kata kunci khas Indonesia: “secukupnya”.</p>
<p>September 2001 terbit buku “MEMOTRET dengan KAMERA LUBANG JARUM” terbitan Puspaswara. Selanjutnya, digelarlah workshop tour “gerilya” di Jawa, Bali, bahkan Makassar, dan pada 17 Agustus 2002 diproklamirkan KOMUNITAS LUBANG JARUM INDONESIA (KLJI) sebagai komunitas para pemain Kamera Lubang Jarum di Indonesia.</p>
<p>Sebagai sebuah filosofi KLJI sebenarnya tidak mempersoalkan masalah “kamera”, tapi makna “lubang jarum” yang digarisbawahi: Kita harus mampu meloloskan diri dari kondisi sesulit apapun.</p>
<p>Pantas jika Leonardo Da Vinci menyatakan: “Siapa yang akan percaya dari sebuah lubang kecil, kita dapat melihat alam semesta”, karena terbukti Kamera Lubang Jarum mengajak kita untuk berada dalam suatu ruang yang cukup luas untuk olah pikir, olah rasa dan bahkan olah fisik. Tetapi ruang itu harus kita penuhi dengan aksi-aksi nyata. Oleh karenanya Kamera Lubang Jarum menawarkan seni proses dan pemanjaan idealisme yang luarbiasa. Sangat pantas jika Kamera Lubang Jarum di Indonesia, digunakan sebagai kendaraan untuk “pendidikan” dan juga “seni”. Ini terbukti saat mengikuti “Gigir Manuk Multicultural Art Camp” bulan september 2002 di Bali. Kamera Lubang Jarum diterima para seniman Bali dengan tangan terbuka. Malah terjadi kolaborasi dengan seniman lukis, tekstil dan bahkan teater.</p>
<p>Pada tahun 2008 saat buku ke-dua terbit (Gramedia edisi Spesial Chip Foto Video) bertajuk “RITUAL FOTOGRAFI”, Ray Bachtiar menekankan, fotografer harus melek digital tapi tetap menggarisbawahi pentingnya ber-Kamera Lubang Jarum; (Pada peluncuran buku tersebut digelar workshop Kamera Lubang Jarum tingkat lanjut yang selalu dicitakan sejak berdirinya KLJI 6 tahun silam, mencetak foto dengan teknik cetak penemu fotografi pada abad 19, Saltprint.</p>
<p>Dengan misi melahirkan kreator dan Instruktur berkualitas, juga jika suatu masa bahan Kamera Lubang Jarum (kertas foto, developer, fixer), tidak lagi diproduksi akibat pasar berubah jadi full digital, popularitas Kamera Lubang Jarum tidak akan lenyap bahkan seperti lahir kembali. Seperti lahirnya sejarah fotografi.</p>
<p>Tentu sangat ekslusif! Karena hanya orang-orang tertentu saja yang mampu membuat bahan Kamera Lubang Jarum dengan tangan mereka sendiri (handmade). Namun, membangkitkan kembali proses salt print, albumen print, cyanotype dan banyak lagi, bagi Indonesia yang kaya akan bahan baku dan orang-orang kreatif, bukanlah khayalan. Kamera Lubang Jarum bukan alat yang sempurna tapi kendaraan untuk menjadi sempurna. Terbukti keterbatasan alat dan bahan berubah jadi kelebihan, bahkan akhirnya jadi khas daerah. Di Jogja lahir Kamera Lubang Jarum kaleng rokok, bahkan ditemukan Kamera Lubang Jarum kaleng yang bisa menghasilkan distorsi yang luarbiasa. Di Malang lahir Kamera Lubang Jarum pralon bahkan muncul pula pengrajin Kamera kotak tripleks. Di jakarta lahir Kamera Lubang Jarum “pocket” yang terbuat dari selongsong film 135mm, bahkan kreatornya disahkan sebagai sarjana Kamera Lubang Jarum.</p>
<p>Kamera Lubang Jarum juga bisa menyisipkan pesan dan mengajarkan kita menata limbah dan puing dunia menjadi lebih berarti, menjadi alat untuk pendidikan jiwa, penggemblengan rasa dan eksplorasi kreativitas. Karena itulah Komunitas Lubang Jarum Indonesia tetap yakin bisa melahirkan 10 George Eastman “Kodak” versi Indonesia serta bisa mencuri kembali waktu 100 tahun proses penemuan yang “hilang” di dunia fotografi Indonesia. KLJI tetap bertekad untuk mendidik dan membangun motivasi. Seperti motto “guru” yang kian memudar…..</p>
<p>sorce: <a href="http://raybachtiar.com/komunitaslubangjarum">RayBachtiar.com/komunitaslubangjarum</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintasjakarta.com/07/2009/765/komunitas-lubang-jarum-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KRLMania, Komunitas pengguna KRL se-Jabodetabekser</title>
		<link>http://lintasjakarta.com/05/2009/703/krlmania-komunitas-pengguna-krl-se-jabodetabekser/</link>
		<comments>http://lintasjakarta.com/05/2009/703/krlmania-komunitas-pengguna-krl-se-jabodetabekser/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 04:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintas-jakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintasjakarta.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari obrolan ringan di lobi Stasiun Sudirman, lahirlah gagasan untuk membentuk sebuah media yang menampung aspirasi penumpang kereta rel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari obrolan ringan di lobi Stasiun Sudirman, lahirlah gagasan untuk membentuk sebuah media yang menampung aspirasi penumpang kereta rel listrik (KRL) se- Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Serpong (Jabodetabekser). Maka pada bulan Oktober tahun 2003 terbentuklah mailing list (milis) KRL-Mania@yahoogroups.com dengan anggota awal sebanyak 200 orang.</p>
<p>Saat ini, jumlah anggota milis sudah sebanyak 1.200 orang lebih, dan tersebar di hampir semua jalur, Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Serpong, dan Bekasi. Mereka terdiri dari para penumpang KRL Ekspres maupun KRL Ekonomi, dan bahkan juga ada yang biasa naik kereta langsam (KRD, Red).</p>
<p>Pemilihan komunitas di dunia maya itu dianggap sebagai media yang efektif untuk menjalin komunikasi antar pengguna KRL yang tersebar di berbagai tempat dan tidak mungkin bertemu muka setiap saat.</p>
<p>Selain sebagai media komunikasi sesama anggota, KRL-Mania juga berperan sebagai media yang meneruskan aspirasi anggota dan para penumpang KRL pada umumnya, kepada PT KA sebagai pengelola KRL. Ha ini dilakukan melalui surat terbuka, SMS, petisi maupun berbagai pertemuan langsung yang diadakan dengan manajemen PT KA. Sebagai konsumen, KRL-Mania ingin agar pelayanan di dalam KRL yang masih carut marut bisa ditingkatkan.</p>
<p>Selain itu,KRL-Mania juga aktif mengkampanyekan hal-hal positif seputar dinamika kehidupan di KRL, seperti kampanye anti kolusi dan korupsi, baik yang dilakukan oleh oknum petugas maupun pengguna KRL itu sendiri. kepada pengguna KRL sendiri, KRL-Mania tak bosan-bosan untuk mengingatkan budaya membeli karcis melalui slogan &#8216;Yang Manis Beli Karcis, Yang Keren Beli Abodemen&#8217;, dan himbauan untuk tidak merusak fasilitas-fasilitas di lingkungan stasiun maupun kereta.</p>
<p>Sebagai sebuah Komunitas, KRL-Mania juga menjalankan fungsi sosialnya, antara lain dengan mengadakan kegiatan donor darah, pemberian paket sembako kepada penjaga pintu perlintasan kereta, kunjungan ke &#8216;Bengkel&#8217; kereta, Dipo KRL dan Operation Center, maupun menggalang dana bagi korban bencana alam. KRLmania juga terus memberikan himbauan kepada pengguna KRL untuk mematuhi peraturan yang berlaku, antara lain: membeli karcis dan tidak naik ke atap gerbong.</p>
<p>Agar aspirasi pengguna KRL bisa menggema lebih luas, maka dibuatlah sebuah media online dengan nama www.KRLmania.com yang diluncurkan pada bulan April tahun 2005.</p>
<p>Melalui website yang &#8216;Peka Penuh Peduli&#8217; ini, masyarakat luas bisa mengetahui berbagai dinamika kehidupan di KRL, mulai dari keluhan, jadwal perjalanan, kondisi stasiun, romantika, dan lain-lain.</p>
<p>Media online yang dikelola dengan prinsip &#8216;dari, untuk dan oleh anggota&#8217; ini selain mempunyai pengurus tetap, Redaksi maupun non Redaksi, juga mengandalkan informasi yang diterima dari kurang lebih 1.200 anggota yang tercatat. Maka tak heran kalau media ini seakan mempunyai 1.200 orang reporter. Sinergi yang saling mendukung antara milis KRL-Mania dengan website KRLMania.com ini menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.</p>
<p>KRLmania.com juga menyediakan jalur hotline informasi bagi para pengguna KRL di nomor 0815-86133880. Hotline ini berguna untuk saling bertukar informasi, baik melalui telepon maupun SMS, antara Redaksi dan para pengguna KRL sejabodetabek dan Serpong, serta Operator KRL Jabotabek (PT KA). Informasi ini menjadi sangat berguna terutama pada saat perjalanan KRL sedang mengalami gangguan. Informasi lainnya yang berguna bagi para pembacanya juga kerap diturunkan dan bisa dinikmati di situs online ini.</p>
<p>Seiring bertambahnya waktu, keberadaan KRL-Mania semakin dikenal luas oleh masyarakat. Hal itu bisa dilihat dari jumlah kunjungan orang yang membuka website KRLmania.com, apalagi ketika ada kejadian penting di dunia KRL. Hal itu pula yang kemudian menarik beberapa media massa untuk mengangkat Komunitas KRLMania, seperti majalah Chic, Harian Warta Kota, Majalah Tempo, Radio Pro 2 FM, Majalah KA, LATIVI, MetroTV, dan Harian berbahasa Inggris The Jakarta Post.</p>
<p>Dukungan dari berbagai pihak tentu saja mendorong semangat KRLmania untuk terus menggulirkan terwujudnya tujuan bersama agar pelayanan terhadap seluruh pengguna KRL bisa terus ditingkatkan.<br />
Halaman Milis: groups.yahoo.com/group/KRL-Mania<br />
Web: <a href="http://www.krlmania.com">www.KRLmania.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintasjakarta.com/05/2009/703/krlmania-komunitas-pengguna-krl-se-jabodetabekser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Honda Vario Club</title>
		<link>http://lintasjakarta.com/05/2009/701/komunitas-honda-vario-club/</link>
		<comments>http://lintasjakarta.com/05/2009/701/komunitas-honda-vario-club/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 04:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintas-jakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintasjakarta.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Hoda Vario Club (HVC) berawal dari terbentuknya milis pada tanggal 22 Juni 2006 dengan nama honda-vario@yahoogroups.com. Dari milis ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah Hoda Vario Club (HVC) berawal dari terbentuknya milis pada tanggal 22 Juni 2006 dengan nama honda-vario@yahoogroups.com. Dari milis ini kemudian dilakukan temu darat pertama (Kopdar) tanggal 11 November 2006 di salah satu bikershop milik member milis di daerah Ragunan. </p>
<p>Dari beberapa member milis yang berencana ikut ternyata hanya segelintir orang yang hadir, mereka adalah : bro Anton, bro Bima, bro Bilal, bro Iman (Iceman), bro Herry (Herkot), bro Velino dan bro Yudha (catatan_langit) disusul kemudian bro Muis dan Bro Aria. Dari situ kita rolling thunder untuk mencari lokasi kopdar. Dan ditetapkanlah Sabang sebagai lokasi kopdar pertama.</p>
<p>Dari beberapa pertemuan selanjutnya, akhirnya tanggal 26 November 2006 , dideklarasikan klub Vario di Jakarta, dengan nama HONDA VARIO CLUB (HVC) bertepatan dengan gelaran lomba irit Honda 2006, dengan PIC Bro Bima. Ini merupakan Club Honda Matic pertama berdiri di wilayah Jabodetabek yang didukung penuh oleh PT. WAHANA selaku main dealer Jakarta dan Tangerang.</p>
<p>Selain milist media informasi lainnya yaitu website dengan nama www.varioclub.com yang didaftarkan pada bulan Oktober oleh salah satu member milis yang hadir pada kopdar tersebut. Dengan kerelaan dan kebersamaan akhirnya ditetapkan website tersebut sebagai web resmi HVC.</p>
<p>Pada tanggal 2 Desember 2006, dilakukan pemilihan kepengurusan pertama yang dihadiri 26 orang anggota di Wahana. Dan ditetapkan Kepengurusan Pertama adalah :</p>
<p>Ketua Umum : Bro Bima,<br />
Ketua Harian : Bro Joe,<br />
Sekretaris : Bro Temmy,<br />
Bendahara : Bro Leo.</p>
<p>Karena anggota sudah banyak maka pada tanggal 6 april 2007 diadakan Mubes Pertama untuk pengesahan AD/ART dan pemilihan Ketua Umum Baru dengan ketua terpilih Bro Harsa.</p>
<p>Sejak berdirinya HVC pada tanggal 26 Nopember 2006 dan belum genap mencapai 1 tahun perkembangannya sudah sedemikian pesat dengan bertambah anggota-anggota baru.</p>
<p>Karena banyaknya anggota yang berlokasi di luar DKI Jakarta maka dibentuklah Chapter-chapter HVC antara lain Chapter Depok, Chapter Bekasi, Chapter Tangerang, Chapter Cianjur, Chapter Bali, Chapter Samarinda, Chapter Pekanbaru, Chapter Cilegon dan Chapter Semarang. Mungkin akan bertambah lagi chapter-chapter di daerah lain.</p>
<p>Yang terpenting dari semua ini adalah untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan, maka tercetuslah motto HVC yaitu &#8220;ABSOLUTE BROTHERHOOD&#8221;</p>
<p>Visi:</p>
<p>1. Menciptakan sebuah komunitas yang cerdas dan peduli serta memberikan manfaat bagi para anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.<br />
2. Menyatukan dan mengarahkan hasrat, inspirasi, ide, semangat dan keinginan para anggota, dalam kegiatan yang positif.<br />
3. Mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan teknik otomotif khususnya kendaraan roda dua Honda Vario antar sesama anggota.<br />
4. Menjadi wadah pertukaran infomasi yang produktif dan positif mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan Honda Vario dan HVC.<br />
5. Menjadikan contoh kepada anggota dan masyarakat dalam pola berkendara yang aman (Safety Riding) dan tertib berlalu-lintas.</p>
<p>Misi:</p>
<p>Meningkatkan, mengembangkan dan mempromosikan kegiatan yang menyangkut bidang otomotif roda dua, olahraga, sosial, budaya dan hukum yang positif yang dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan anggota serta masyarakat</p>
<p>Syarat-syarat menjadi anggota HVC</p>
<p>Memiliki Honda Vario<br />
-Isi formulir pendaftaran yang ada di tempat kopdar. Hubungi Divisi Recruitment<br />
-Sertakan fotokopi SIM C, STNK, dan KTP masing-masing 1 lembar.<br />
-STNK boleh bukan atas nama sendiri, misalnya a/n istri atau yg masih keluarga.<br />
-SIM C bisa dibuat secara kolektif via HVC.<br />
-Lunasi biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,-</p>
<p>Untuk saat ini masih melalui pembayaran cash langsung bersamaan dengan form pendaftaran atau membayar terpisah ke Divisi Administrasi (sis Debby). Formulir dan kelengkapan sebaiknya diserahkan secara bersamaan di hari yang sama untuk menghindari kesalahan pendataan.<br />
-Bersedia mematuhi aturan dan tata tertib yang sudah ditetapkan (safety gear dan safety riding). </p>
<p>Komunitas yang menyebut anggota dengan pangggilan gaul: Bro untuk cowok, dan Sis untuk cewek ini mempunyai tempat kopi darat untuk para member.</p>
<p>Lokasi Kopdar HVC Pusat<br />
Hari Jum&#8217;at Malam (malam sabtu)<br />
Lokasi Patung Panahan, Jl. Asia Afrika Senayan<br />
Mulai pukul 20.00- selesai</p>
<p>Hari Sabtu Malam (malam minggu)<br />
Lokasi Depan Holland Bakery (Ujung Jl. Sabang, Menteng)<br />
Mulai pukul 21.00-selesai</p>
<p>Mau tahu lebih lanjut tentang HVC?<br />
Kunjungi saja <a href="http://www.varioclub.com">website HVC</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintasjakarta.com/05/2009/701/komunitas-honda-vario-club/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia</title>
		<link>http://lintasjakarta.com/05/2009/683/komunitas-pekerja-bersepeda-indonesia/</link>
		<comments>http://lintasjakarta.com/05/2009/683/komunitas-pekerja-bersepeda-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 May 2009 09:52:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintas-jakarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintasjakarta.com/?p=683</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari sekelompok penggemar kegiatan sepeda gunung yang punya semangat, gagasan dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan, lahirlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/wp-content/uploads/2009/05/logo_bike2work-100x100.gif" alt="logo_bike2work-100x100" width="100" height="100" class="left" />Berawal dari sekelompok penggemar kegiatan sepeda gunung yang punya semangat, gagasan dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan, lahirlah KOMUNITAS PEKERJA BERSEPEDA (Bike-to-Work Community) yang kemudian menggagas kampanye pertama penggunaan sepeda ke tempat kerja pada 6 Agustus 2004. Seiring dengan berjalannya waktu, peminat alternatif moda transportasi selain kendaraan bermotor ini semakin berkembang, hingga dirasa perlu untuk dibuat wadah agar gerakan ini dapat semakin tersosialisasi.</p>
<p>Pada 27 Agustus 2005 dilakukan Deklarasi dan Pernyataan Bersama Komunitas Bike to Work Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Komunitas B2W-Indonesia. Selanjutnya Komunitas ini bertekad mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alternatif moda transportasi, terutama untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Kepengurusan B2W Indonesia yang pertama dibentuk pada 27 Januari 2006</p>
<p>Pencapaian Komunitas B2W Indonesia:</p>
<p>* Diterimanya penghargaan Clean Air Award dari Swiss Contact pada tahun 2006;<br />
* Dipatenkannya Logo B2W-Indonesia;<br />
* Diluncurkannya Website resmi www.b2w-indonesia.or.id pada Agustus 2006.<br />
* Hingga awal 2008 telah terbentuk 18 B2W-Wilayah yang tersebar seantero negeri, yaitu Aceh (NAD), Bandar Lampung, Bandung, Bali, Balikpapan, Cirebon, Madiun, Makassar, Mataram, Mojokerto, Pangkalpinang, Pekanbaru, Sangatta, Semarang, Surabaya,  Simeulue (Kepulauan), Tuban, dan Yogyakarta. Menyusul Palembang, Purwokerto, Meulaboh dan Ambon.<br />
* Peningkatan jumlah Pekerja Bersepeda yang cukup signifikan di kota-kota besar. Dari 150 menjadi hampir 5000 dalam kurun 2 tahun (berdasarkan mailing list);<br />
* Selalu disertakan dalam kegiatan-kegiatan maupun seminar yang berkaitan dengan lingkungan hidup;<br />
* Semakin banyak pejabat pemerintah yang berminat dan mendukung jajarannya untuk bersepeda ke kantor; Fauzi Bowo (Wagub DKI Jakarta), Andi Alifian Mallarangeng (Juru Bicara Kepresidenan), Koesmayanto Kadiman (Menristek), Rahmat Witoelar (Mentri LH), termasuk beberapa CEO perusahaan besar dan multinasional;<br />
* Bekerja-sama dengan salah satu produsen sepeda terbesar Indonesia memproduksi sepeda khusus B2W-Indonesia;<br />
* Dipercaya menyelenggarakan event pendahuluan Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Denpasar, Bali medio November 2007, berupa kampanye bersepeda Jakarta – Bali, yang dilepas dan diterima oleh Presiden RI Bp. Susilo Bambang Yudhoyono.</p>
<p>Sumber: <a href="http://b2w-indonesia.or.id">website Bike to Work (B2W)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintasjakarta.com/05/2009/683/komunitas-pekerja-bersepeda-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

