Megabintang Paris Saint Germain Ngambek, Banyak Masalah?

banner 120x600

Pertandingan perdana Paris Saint Germain melawan Montpellier, yang berakhir dengan skor 5-2 pada hari sabtu kemarin diwarnai oleh drama yang melibatkan tiga pemain depan PSG yakni Mbappe, Neymar dan Messi.  

Pemain asal Brazil yakni Neymar berhasil mengemas 2 gol, sementara Mbappe mencetak 1 gol dalam kemenangan besar tersebut atas Montpellier. Namun begitu, tak satupun dari penyerang Paris Saint Germain tersebut menunjukkan raut wajah bahagia.

Setelah tendangan penaltinya digagalkan oleh Jonas Omlin di menit ke 22’, Mbappe berhasil membayarnya di menit ke 69’ sekaligus membayar kesalahannya karena gagal mengeksekusi penalti.  Mencetak gol di Ligue 1 pertamanya musim ini ternyata tidak terlalu membuat Mbappe senang. Ia mulai berhenti mengejar bola karena frustrasi tidak menerima aliran bola dari pemain belakang PSG.

Pemain PSG yakni Vitinha, mengoper ke messi alih-alih mengoper ke mbappe yang lepas dari pemain bertahan Montpelllier dan mempunya ruang yang lebih bagus untuk mencetak gol. Itu membuat penyerang asal Prancis tersebut melambaikan tangannya karena frustrasi bermain di sayap kiri.

“Kylian memainkan pertandingan terakhirnya tiga minggu lalu jadi saya tahu itu akan sulit secara fisik baginya,” kata pelatih PSG Christophe Galtier kepada Canal Plus.

“Dia seorang pesaing. Dia ingin menjadi baik dan dia ingin menjadi baik dengan cepat, tetapi pesepakbola top tidak hidup dan mati seperti itu … butuh sedikit waktu untuk mendapatkan kembali 100 persen dari kemampuan atletiknya.”

“Ketika dia berada di 100%, dia akan membuat perbedaan lebih banyak lagi. Ini adalah pemain yang suka mencetak gol, yang ingin mencetak gol, yang menyerang. Agak normal baginya untuk kecewa karena sedikit pendek secara fisik dibandingkan dengan rekan setimnya.”

Baca Juga : Thomas Tuchel Sarankan Anthony Taylor Tidak Menjadi Wasit Chelsea Lagi

Sementara itu, gelandang Paris Saint Germain, Marco Verratti mengakui Mbappe kesal karena gagal mencetak gol lewat titik putih. “Dengan penalti, dia sedikit merajuk tapi itu normal. Dia pemain hebat, dia ingin membuat perbedaan,” katanya. “Bagus ketika dia marah, itu berarti dia peduli dengan tim ini.”

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.