Menangkap Kehidupan Serangga Malam : Inovasi Light Trap LED Ramah Lingkungan oleh TIM II KKN UNDIP Desa Ngaren

Inovasi Light Trap LED

Oleh: Herwiyana Azalea Putri (Fisika – Fakultas Sains dan Matematika)

LINTASJAKARTA.com – Klaten merupakan salah satu penghasil atau Lumbung Padi terbesar di Jawa Tengah bahkan Indonesia. Salah satu kecamatan di Kabupaten Klaten yaitu Kecamatan Pedan dan tepatnya pada Desa Ngaren adalah kawasan yang yang maju dan berpotensi pada sektor pertanian khususnya pada Padi dan Tembakau.

Sektor pertanian pastinya tak jauh dari permasalahan penggunaan pestisida yang berlebihan untuk membunuh hama atau serangga yang berisiko merusak ekosistem dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan manusia. Salah satu solusi guna membanu petani dalam membasmi hama juga mengurangi penggunaan pestisida, TIM II KKN UNDIP Desa Ngaren membuat Alat Light Trap LED Sederhana atau perangkap padi berbasis energi surya matahari dengan alat bahan yang mudah ditemui disekitar lingkungan masyarakat.

Light Trap LED Sederhana adalah alat atau perangkat yang dirancang untuk menarik dan mengakap hama atau serangga dan makhluk lain yang tertarik oleh cahaya pada malam hari. Salah satu perwakilan TIM II KKN UNDIP DesaNgaren menyampaikan bahwa Ngaren, Pedan, Klaten dipilih dalam pelaksanaan pembuatan Light Trap LED Sederhana karena dihuni oleh mayoritas penduduk dengan pekerjaan petani. Selain itu, Desa Ngaren juga mendapatkan sinar matahari sepanjang hari Sehingga dapat mengoptimalkan penerapan energi surya matahari.

Membuat Alat Light Trap LED Sederhana atau perangkap padi berbasis energi surya matahari.
Membuat Alat Light Trap LED Sederhana atau perangkap padi berbasis energi surya matahari.

Inovasi Light Trap LED Sederhana yang diciptakan TIM II KKN UNDIP melibatkan edukasi dan latihan praktik kepada masyarakat desa khususnya petani dalam mendukung gerakan mengurangi pestisida pertanian dan pemanfaatan barang bekas yang berada di sekitar. Dalam praktik pembuatan Light Trap LED Sederhana membutuhkan alat bahan yang pastinya mudah ditemui di lingkungan sekitar seperti baskom untuk wadah penampung air sabun setelah serangga terperangkap pada cahaya, kayu bekas sebagai penyangga rangkaian, botol mineral bekas sebagai tutup lampu LED, kontrol lampu LED (resistor, transistor, kabel, baterai, LED mini), panel surya 6 Volt, dan pilog sebagai pemberi cahaya botol mineral bekas. Panel surya bertugas mengisi baterai secara mandiri menggunakan energy cahaya matahari pada siang hari sehingga petani tidak perlu mengeluarkkan biaya listrik.

Selanjutnya cara kerja dari alat Light Trap LED Sederhana yang diciptakan yaitu dimana LED yang terdapat pada alat akan menyala pada malam hari  dan cahaya dari lampu LED tersebut akan menarik serangga atau hama sehingga akan jatuh ke dalam adah berupa baskom yang terisi air sabun atau deterjen yang berada tepatdibawah lampu. Air tersebut membuat serangga atau hama terperangkap. Saat matahari terbit lampu akan secara otomatis mati karena panel surya mengisi daya baterai hingga matahari terbenam dan begitu seterusnya. Hama atau serangga yang bisa dikendalikan seperti ngengat, trips, orong – orong, wereng batang coklat, jangkrik, kiskisan, king master rayap, dan sejenisnya.

Program Kerja edukasi dan praktik pembuatan inovasi Light Trap LED Sederhana dilakukan pada Rabu, 25 Juli 2023 di Dukuh Sonayan, Desa Ngaren. Program Kerja dihadiri oleh petani sekitar dengan antusias yang cukup besar dan rasa keingin tahuan yang tinggi terhadap alat Light Trap LED Sederhana ini. Program pembuatan Light Trap LED Sederhana ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan untuk petani Desa Ngaren dalam mendukung program mengurangi penggunaan pestisida bagi komoditas pertanian. Selain itu, juga dapat menghasilkan komoditas yang lebih unggul dan sehat sehingga menaikkan harga jual dari komoditas tersebut sehingga juga menaikkan perekonomian warga hingga desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *