Pemain Brazil Terbaik Sepanjang Masa

banner 120x600

Siapa sih pemain Brazil terbaik sepanjang masa? Ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab, karena terdapat banyak sekali pemain berbakat yang telah dihasilkan oleh negara Amerika Selatan ini selama puluhan tahun.

Disini kami akan merangkum sepuluh pemain terbaik yang pernah bermain untuk Timnas Brasil dan mencapai kesuksesan dengan memperoleh segudang prestasi. Siapa saja mereka?

 

  1. Kaka

Di tahun 2003 lalu, AC Milan membeli Kaká dengan mahar senilai €8,5 juta terbukti menjadi pembelian terbaik pada saat itu. The Brazilian wizard itu melanjutkan karir cemerlang di San Siro dengan meraih Ballon d’Or di tahun 2007 dan memenangkan Liga Champions.

Dengan kemampuan fisik serta skil yang mumpuni membuat dirinya hamper tak terhentikan di masa jayanya. Namun, ketika berseragam Real Madrid Kaka mengalami cedera lutut yang menyebabkan penununan performa dari The Brazilian Wizard tersebut.

Baca Juga :

 

  1. Jairzinho

Jairzinho merupakan salah satu mega bintang dari tim pemenang Piala tahun 1970 yakni Brazil. Piala Dunia tersebut merupakan turnamen dimana ia menjadi satu-satunya yang mencetak 7 gol untuk timnas Brasil, berada di bawah Gerd Mueller sebagai top scorer dengan mencetak 10 gol.

Bersama Pele dan Tostao, penyerang cepat  ini membentuk garis depan Brazil sangat mematikan, dan penggemar Inggris akan mengingat bagaimana gol Jairzinho berhasil mengalahkan juara bertahan tersebut.

 

  1. Socrates

Socrates merupakan kapten dari squad bertabur bintang Brazil tahun 1890-an, dan backheel tanpa melihat yang menjadi ciri khasnya pada saat itu.

Dengan janggut serta ikat kepala yang menjadi ciri khasnya, dia adalah pemain bintang yang mampu membaca permainan lawan dengan baik. Tak hanya itu, Socrates juga mempunyai dampak besar di luar lapangan, salah satunya ikut mendirikan Gerakan Demokrasi Korintus yang menentang pemerintah militer Brazil.

 

  1. Zico

Disebut sebagai “The Next Pele” pada tahun 1980-an, Zico seringkali dianggap sebagai pemain Brasil terbaik yang tidak pernah memenangkan Piala Dunia di sepanjang karirnya.

Total ia berhasil mencetak 333 gol, serta memenangkan empat gelar bersama Flamengo, yakni gelar liga, dan Piala Dunia Antar Klub, dimana pada saat itu Zico bersama timmnya berhasil mempermalukan Liverpool asuhan Kenny Dalglish dengan skor 3-0 pada tahun 1981.

 

  1. Rivaldo

Rivaldo pernah mencetak salah satu hat-trick terbaik sepanjang masa saat Barcelona berhasil mengalahkan Valencia. Bersama Ronaldinho dan Ronaldo, mereka menjadi trio penyerang paling berkelas sepanjang sejarah Timnas Brasil, dan memenangkan Piala Dunia 2002

Rivaldo mencetak hat-trick terhebat yang pernah ada (treble melawan Valencia pada tahun 2001 yang diakhiri dengan tendangan overhead dari tepi kotak), sementara ia juga membintangi bersama Ronaldinho dan Ronaldo di tiga depan paling berkelas sepanjang masa saat Brasil memenangkan Piala Dunia 2002.

Dia adalah pemain serba bisa, plessing , shooting jarak jauh, dan skill yang mumpuni, hingga pada tahun 1999 ia berhasil memenangkan Ballon d’Or setelah membawa Barcelona meraih gelar La Liga dan Copa America untuk Timnas Brasil.

 

  1. Romario

Seorang finisher berbahaya, serta memiliki kontrol bola yang luar biasa, Romario berhasil mencetak 55 gol dalam 70 penampilan bersama Timnas Brasil, tepat dibelakang Pele, Ronaldo serta Neymar di sebagai top scorer Brasil sepanang masa.

Puncak karirnya datang pada Piala Dunia tahun 1994, dimana ia dinobatkan sebagai pemain terbaik setelah mencetak 5 gol untuk Brasil, serta meraih gelar liga bersama Vasco da Gama, PSV Eindhoven dan Barcelona.

  1. Ronaldinho

Pengambilan keputusan dan eksekusi Ronaldinho yang baik, belum lagi keindahan skill yang diperlihatkan di atas lapangan, membuat “The Smiling Magician” menjadi daya tarik yang harus ditonton oleh para pecinta sepak bola.

Pemenang Piala Dunia tahun 2002 ini berhasil mencetak 50 gol dalam dua musim yang dimana ia sangat berperan penting di lini tengah Barcelona. Ronaldinho berhasil membawa Barcelona menjuarai Liga Champions dan meraih ballon d’Or pada tahun 2005.

 

  1. Garrincha

Penulis asal Uruguay, Eduardo Galeano pernah mengklaim bahwa “dalam seluruh sejarah sepak bola tidak ada yang membuat lebih banyak orang bahagia” daripada Garrincha.

Pemain hebat asal Brazil itu lahir dengan kelainan yakni tulang belakang yang bengkok serta kaki yang tidak rata, hingga orang menjulukinya sebagai “Malaikat Berkaki Bengkok”. namun kekurangan tersebut ditutpi oleh Garrincha dengan kemampuan driblenya yang memukau.

Ia menjadi aktor utama kemenangan Selecao di Piala Dunia 1958, sebelum hampir seorang diri membawa negaranya meraih gelar juara empat tahun kemudian dengan absennya Pele karena cedera.

 

  1. Ronaldo

Tak butuh waktu lama untuk membuat ‘O Fenomeno’ dikenal di seluruh dunia. ia meraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA pertamanya pada usia 20 tahun pada tahun 1996, dua tahun setelah Brasil menjadi pemenang Piala Dunia di AS, dan kemudian meraih dua Ballon d’Or serta menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia, sampai rekor tersebut dilampaui oleh Miroslav Klose pada tahun 2014.

Striker haus gol itu mencetak 420 gol sepanjang karirnya, memikat hati penonton di Barcelona, Inter Milan dan Real Madrid serta memenangkan dua Sepatu Emas Piala Dunia, gagal juara di Prancis di tahun 1998 sebelum memenangkannya kembali empat tahun kemudian. Tentu akan lebih banyak gelar dan raihan individu lainnya jika saja ia tidak mengalami cedera mengganggu kariernya.

Baca Juga : Megabintang Paris Saint Germain Ngambek, Banyak Masalah?

  1. Pele

Saat usianya 17 tahun, Pele mencetak enam gol pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Ia adalah pemain termuda yang mencetak gol di final, mencetak brace untuk membawa Brasil meraih kemenangan atas tuan rumah, kemudian memenangkannya lagi di tahun 1962 dan 1970.

Untuk level klub, Pele membawa Santos ke masa jayanya, di mana merwka memenangkan dua gelar Copa Libertadores dan Piala Interkontinental berturut-turut di tahun 1962 dan 1963, dab pada saat itu juga, Pele memutuskan gantung sepatu, dengan mencetak 1.279 gol di sepanjang karirnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.